Beranda Analisa Forex Kesepakatan Perdagangan AS Dengan China Terguncang

Kesepakatan Perdagangan AS Dengan China Terguncang

619
0

Yen Jepang terus melesat pada Dolar AS dalam perdagangan session Asia 21/11, karena isu tidak enak berkaitan persetujuan dagang AS dengan China.

Pasangan USD/JPY sempat turun sampai posisi paling rendah satu pekan pada posisi 108.27, walau sudah bergerak kembali pada posisi 108.55 waktu berita dicatat pada awal session New York.

Isu ini tidak berefek besar di pasar keuangan, sebab sejumlah besar aktor pasar sudah mempertimbangkan kemungkinan ketidakberhasilan usaha perundingan dagang AS dengan China semenjak minggu kemarin.

Narasumber yang dekat sama Gedung Putih menjelaskan pada wartawan dari Reuters jika persetujuan dagang AS-China tidak mungkin terwujud dalam tahun ini.

Masalahnya Beijing mendesak AS supaya mencabut beberapa biaya import yang sudah dipakai awalnya, sedang faksi Washington terus ajukan tuntutan yang susah dipenuhi dengan China.

Isu ini menangkis harapan tercapainya persetujuan dagang fase-1 yang awalnya sempat diinginkan diraih dalam bulan ini, atau paling lamban pada bulan Desember.

Jalinan politik di antara ke-2 negara makin tegang, sesudah Senat AS menetapkan UU HAM Hong Kong tempo hari.

Presiden AS Donald Trump direncanakan akan tanda-tangani legislasi yang diperuntukkan membuat perlindungan pengunjuk rasa anti-pemerintah China di Hong Kong itu dalam tempo dekat.

Laporan dari Reuters menyaratkan jika kita bisa saja cuma melihat persetujuan dagang tahun kedepan  , sudah menggerakkan beberapa kemampuan Yen.

Kondisi tersebut dapat juga dilihat jadi salah satunya sumber buat kemampuan Dolar AS pada beberapa mata uang lain -red, kata Fritz Louw, satu orang ahli taktik dari MUFG London.

Dia memberikan tambahan, Apabila Anda lihat makin banyak headline negatif mengenai perdagangan, serta dengan kekuatan persetujuan UU HAM Hong Kong di AS, Yen seharusnya dapat kuat sedikit makin banyak.

Beberapa analis lain memandang berita jelek berkaitan perang dagang seharusnya berefek lebih positif pada Dolar AS yang akan datang.

Sebab bank sentralnya The Fed sudah menjelaskan kemauan untuk berhenti memotong suku bunga dalam notulen rapat FOMC yang diterbitkan pagi hari barusan.

Awalnya, isu negatif mengenai perdagangan AS-China turut berpengaruh jelek buat Greenback, sebab punya potensi tingkatkan kemungkinan pemotongan suku bunga Fed.

Tetapi, arah kebijaksanaan Fed ke depan telah riil tidak akan menjadwalkan langkah seperti itu.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses