Beranda Analisa Forex Keputusan Moneter QE ECB Membuat Dollar AS Menguat

Keputusan Moneter QE ECB Membuat Dollar AS Menguat

502
0

Kurs euro tertekan melawan dolar Amerika Serikat AS sehabis ECB menggelontorkan motivasi moneter yang berfungsi sebagai melindungi perekonomian euro terhadap penyebaran COVID-19.

Dalam launching kebijakan moneter kemarin, ECB di bawah pimpinan Chirstine Lagarde meningkatkan nilai program pembelian aset atau yang dikenal dengan quantitative easing QE sebesar 120 miliar euro US$ 105,8 miliar yang akan dilakukan hingga akhir tahun nanti.

Aktor pasar sebelumnya memperkirakan ECB mengurangi suku bunga deposito deposit facility sebanyak 10 basis poin bps sebagai -0,6%. Namun hal tadi tidak terjadi, dan euro berkiprah naik meski hanya dalam waktu yang dekat.

Untuk diketahui, dalam bulan September lalu ECB sudah mengeluarkan motivasi yang akan berfungsi sebagai memacu ekonomi pada zona euro yang melambat.

Dalam waktu itu ECB mengurangi  suku bunga sebanyak 10 bps menjadi -0,5%, sementara main refinancing facility tetap sebanyak suku bunga pinjaman pula permanen sebanyak 0,25%.

Bank sentral yang waktu itu masih diketuai Mario Draghi ini pula mengaktifkan pulang program QE yang sebelumnya sudah dihentikan pada akhir tahun 2018.

Rencana pembelian aset dalam waktu ini akan dimulai dalam 1 November 2019 menggunakan nilai 20 miliar euro per bulan.

QE tadi tanpa batas ketika, merupakan akan terus dilakukan selama diperlukan buat menaruh motivasi bagi perekonomian zona euro.

Keputusan ECB ini terkait bank sentral negara-negara maju yang mengeluarkan motivasi untuk meningkatkan perekonomian agar nir tertekan pandemic COVID-19.

Dalam perdagangan hari rabu kemarin, Bank of England/BoE merilis pengurangan suku bunga darurat sebesar 50 basis poin bps sebagai 0,25%.

Kebijakan dari BoE tadi serupa dengan The Fed yang jua melakukan pengurangan suku bunga darurat. Pada rapat spesifik yang berakhir 10 Maret 2020.

Komite keputusan Kebijakan Moneter “MPC” secara resmi tetapkan memangkas suku bunga sebanyak 50 bps menjadi 0,25% tegas BoE.

Pada perdagangan hari Selasa 3/3/2020 dalam waktu AS, The Fed secara darurat pasar menggunakan pengurangan suku bunga acuannya FFR sebesar 50 basis poin bps ke posisi 1%-1,25%.

Pengurangan darurat sebanyak itu sebagai yang pertama sejak Desember 2008 atau waktu krisis finansial.

Pada waktu itu The Fed mengurangi suku bunga 75 bps. Aktor pasar memperkirakan The Fed masih menurunkan suku bunga lagi bahkan lebih militan waktu rilis suku bunga 18 Maret 19 Maret dalam waktu Indonesia nanti.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses