Dollar Australia roboh lebih dari 0.7 % pada Greenback dalam perdagangan hari ini 3/8, mengejar info berkaitan pengetatan lockdown di Melbourne.
Aktor pasar mencemaskan potensial pemulihan ekonomi global karena data GDP Eropa serta AS yang jelek minggu kemarin, sesaat perselisihan AS dengan China terus bergejolak.
Waktu kabar dicatat pada awal session New York, AUD/USD masih tersuruk pada rekor paling rendah seminggu sebesar posisi 0.7090-an. Pasangan NZD/USD menurun sebesar 0.5 % ke rata-rata 0.6590-an karena sentimen risk-off sama.
Laporan ekonomi Uni Eropa serta Amerika memperlihatkan jika ke-2 daerah itu sudah masuk masa krisis pada kuartal ke-2 tahun 2020.
Data masalah infeksi virus Corona paling baru juga meningkatkan kecemasan pasar pada intimidasi efek gelombang ke-2 COVID-19.
Meskipun beberapa data ekonomi pernah sembuh di akhir kuartal ke-2, kenaikan jumlah masalah infeksi virus Corona akhir-akhir ini kembali tingkatkan ketidaktetapan outlook perekonomian global.
Di Australia, kenaikan masalah paling tajam berlangsung di negara sisi Victoria. Negara sisi itu sudah menetapkan kembali locdown dari sejak awal Juli lalu, tapi penebaran virus makin mengkhawatirkan.
Mulai hari ini, ibukota Victoria, Melbourne, mulai mengaplikasikan lockdown step 4 termasuk juga penerapan jam malam harus.
Lockdown step 4 itu direncanakan berlaku sampai enam minggu akan datang. Walau sebenarnya, Victoria termasuk salah satunya negara sisi berpopulasi paling besar serta Melbourne termasuk juga kota ekonomi penting Australia.
Disamping itu, aktor pasar menunggu rapat kebijaksanaan bank central Australia RBA pada hari Selasa esok. RBA diprediksikan belum memberitahukan perkembangan kebijaksanaan relevan.
Namun, investor serta trader mewanti-wanti tanggapan apakah yang akan dikatakan RBA berkaitan peningkatan jumlah masalah COVID-19 serta outlook ekonomi sekarang ini.
Trader terus mengawasi eskalasi kemelut AS-China. Akhir minggu lalu, Presiden AS Donald Trump menitahkan penutupan Tiktok, aplikasi video terkenal garapan ByteDance.
Dia membuat revisi perintah itu selang beberapa saat selanjutnya dengan fakta memberikan waktu 45 hari buat ByteDance untuk membicarakan pemasaran Tiktok pada Microsoft.
Mike Pompeo mengatakan juga jika Donald Trump akan menangani perusahaan-perusahaan software China lain yang memberi data pada Beijing serta memberikan ancaman keamanan AS.






