Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Dollar AS Sedang Memimpin, PMI Manufaktur Rebound

Dollar AS Sedang Memimpin, PMI Manufaktur Rebound

506
0

Indeks Dollar AS meneruskan rebound 0.4 % dari rekor paling rendah multi-tahun ke rata-rata 93.90-an dalam perdagangan session New York hari ini 3/8.

Greenback terapresiasi karena kenaikan sentimen risk-off serta launching data PMI Manufaktur ISM yang lebih bagus dari harapan.

Nilai tukar dollar AS juga kuat versi beberapa mata uang mayor, termasuk juga Euro, Poundsterling, serta Dollar Australia.

Waktu kabar dicatat, EUR/USD sudah turun sebesar 0.5 % ke rata-rata 1.1730-an serta GBP/USD turun sebesar 0.5 % ke rata-rata 1.3000.

AUD/USD roboh sebesar 0.75 % di rata-rata 0.7090, sesaat USD/CHF jadi pasangan mata uang bekerja paling baik dengan melesat 1.15 % ke posisi 0.9237.

Institute for Suplai Management ISM memberikan laporan kesibukan pabrikasi AS terakselerasi ke tingkat terkuat dari sejak bulan Maret 2019, walau jumlah masalah infeksi COVID-19 terus makin bertambah.

Score PMI Manufaktur AS bertambah dari 52.6 jadi 54.2 pada bulan Juli, walau yang sebelumnya diprediksikan cuma akan naik sampai 53.6.

Sub-indeks harga prices serta new orders menulis peningkatan relevan, walau sub-indeks ketenagakerjaan masih tersuruk di bawah tingkat 50.

Angka 50 adalah tingkat pembatas diantara situasi ekspansif perkembangan serta kontraksi kemerosotan.

Data PMI kesempatan ini menggarisbawahi lanjutan pemulihan di bagian manufaktur yang meliputi 11 % dari perekonomian AS.

Namun, score ketenagakerjaan yang rendah membuat aktor pasar sangsi pada keberlanjutannya dalam periode akan datang.

Data GDP Amerika Serikat yang dikeluarkan minggu kemarin sudah memperlihatkan kemerosotan ekonomi sebesar 30 %, rekor keburuknya dari sejak masa Stres Besar.

Keseluruhan klaim pengangguran capai sebesar 30 juta orang. Keadaan yang jelek di negeri adidaya ini memupus harapan pemulihan ekonomi global, hingga menyebabkan tindakan jual pada beberapa aset high risk.

Disamping itu, trader mengawasi eskalasi kemelut AS-China yang mempunyai potensi jadi memperburuk situasi ekonomi ke-2 negara.

Akhir minggu lalu, Presiden AS Donald Trump menitahkan penutupan Tiktok, aplikasi video terkenal garapan ByteDance asal China.

Dia membuat revisi perintah itu selang beberapa saat selanjutnya dengan fakta memberikan waktu 45 hari buat ByteDance untuk membicarakan pemasaran Tiktok pada Microsoft.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses