Dari AS dilaporkan, perkembangan pekerjaan melambung kembali ke bulan April, hal semacam ini menumbuhkan ekspektasi kalau The Fed tengah hadapi sebagian kendala untuk menambah suku bunga di pertemuan bulan Juni yang akan datang.
Sesudah FOMC, data NFP minggu depan akan dipantau sama dengan panduan mengenai seberapa kuat ekonomi AS nampak. Akan tetapi, apa pun akhirnya, ada keraguan baru mengenai kebijakan reflasi presiden Donald Trump, yang sudah memaksa dua bank investasi paling besar untuk memotong perkiraan yield obligasi mereka untuk tahun 2018.
Sementara dari Lokasi Eropa, data kepercayaan usaha Jerman meraih rekor paling tinggi di minggu lalu, di dalam usaha penyelamatan ekonomi di lokasi zona Euro. Perhatian minggu depan akan berpindah ke angka inflasi, dengan data CPI Jerman, yang diikuti oleh perkiraan flash inflasi untuk lokasi ini.
Data inflasi Zona Euro selalu dipantau, sebelumnya pertemuan Bank Sentral Eropa minggu depan. Kenaikan inflasi, perkembangan, serta keadaan politik di lokasi ini, sudah menekan Bank Sentral untuk memperhitungkan pengetatan kebijakan moneter lebih cepat dari yang sudah direncanakan. Investor nampaknya telah melakukan tindakan, di dalam kenaikan EUR/USD dalam beberapa hari terakhir. Serta lonjakan besar inflasi IHK, dapat membuat Euro kembali menguat.
Dari Inggris, proses pemilu bulan Juni, peluang bakal tawarkan ketertarikan yang selalu berlanjut untuk beberapa pelaku pasar, dengan perkiraan GBP/USD akan menuju ke $ 1.30.
Disamping itu, data bulanan seperti laporan PMI Construction serta Manufacturing akan memberi kejelasan selanjutnya mengenai laju perkembangan ekonomi Inggris di dalam laju ekspansi yang tengah melambat.






