Dolar AS terpantau stabil pada mata uang-mata uang mayor di session perdagangan Asia, Senin 29/Mei/2017 pagi ini. Sepinya pasar hari ini berkenaan dengan Spring Bank Holiday di Inggris serta Memorial Day di Amerika Serikat, bikin berita tentang eksperimen rudal Korea Utara jadi hanya satu berita yang merubah gerak Dolar AS kesempatan ini.
Indeks Dolar, yang mengukur kemampuan Dolar pada mata uang mayor, tampak flat di kisaran 97.432. Tidak demikian jauh dari low 96.797, terlemah mulai sejak tanggal 9 November. USD/JPYdiperdagangkan pada angka 111.381, dari 111.23, cuma sedikit naik mengingat manfaat Yen Jepang sebagai safe-haven, menahan kenaikan Dolar AS lebih jauh.
Korea Utara kembali menembakkan rudal jarak pendek yang mendarat di laut sisi timur Korea, sekian dilaporkan oleh pasukan militer Korea Selatan hari ini. Eksperimen itu merupakan yang keduabelas kalinya dikerjakan Korea Utara dalam setahun terakhir, namun jadi pertama kalinya mulai sejak Maret, rudal jatuh didalam daerah Zona Ekonomi Eksklusif Jepang. Negara pimpinan Kim Jong Un itu terancam sanksi internasional yang lebih berat.
” Pasar tengah menggunakan berita eksperimen misil Korea Utara sebagai referensi. Tetapi, USD/JPY akan tidak terlihat banyak bergerak terkecuali nampak momen baru yang menambah ketegangan masalah itu, ” kata Kumiko Ishikawa, Analis Pasar Forex di Sony Financial Holding di Tokyo. Ia memberikan kalau dengan tutupnya pasar AS hari ini, jadi mata uang mayor diprediksikan bakal bergerak datar tanpa ada intensifuntuk mengambil posisi baru.
Disamping itu, EUR/USD diperdagangkan di angka 1.1162, sedikit alami penurunan dari angka 1.1173 di session terlebih dulu. Menurut perhitungan Reuters serta CFTC, net long positioning Euro bertambah ke level paling tinggi dalam kian lebih tiga th., satu minggu sampai tanggal 23 Mei. Meredanya resiko politik di Zona Euro mengakibatkan kemunculan spekulasi tentang penarikan stimulus masif dari Bank Sentral Eropa (ECB).
Keadaan Politik AS
Disamping itu di AS, gejolak di Washington belum reda bersamaan dengan kembali Presiden AS, Donald Trump, dari kunjungan sembilan harinya ke negara-negara Timur Tengah serta Eropa. Trump segera memberi bantahan pada berita palsu media yang nampak hari Senin kemarin, yang mengatakan kalau menantunya, Jared Kushner, sudah berusaha bangun saluran komunikasi rahasia dengan Moskow sebelumnya Trump dilantik.






