Data perekonomian Jepang berkembang untuk kuartal ke-8, perluasan berurutan terpanjang mulai sejak gelembung ekonomi pada tahun 1980-an, tetapi laju perkembangan turun tajam serta meleset dari harapan beberapa ekonom.
Dengan laju perkembangan yang lebih lambat, terlebih dengan penguatan yen, juga akan melemahkan desakan inflasi serta menyatakan potensi berlanjutnya rangsangan dari bank sentral Jepang.
Laporan perkembangan perekonomian Jepang saat ini sudah mencatatkan perluasan terus-menerus terpanjang mulai sejak peregangan 12 kuartal pada April-Juni 1986 serta Januari-Maret 1989 pada sekitaran puncak menambahnya ekonomi Jepang yang populer.
Perekonomian Jepang yang terus berkembang di tingkat tahunan 0, 5 % pada bulan Oktober-Desember, masih kurang dari prediksi median beberapa ekonom untuk perkembangan tahunan sebesar 0, 9 %, sekian laporan Kantor Kabinet tunjukkan pada Rabu pagi tad. Angka itu ikuti kenaikan tahunan 2, 2 % yang direvisi bulan Juli-September.
Dibanding triwulan yang sebelumnya, product domestik bruto (PDB) tumbuh 0, 1 %, sedikit lebih rendah dari perkiraan median untuk perkembangan 0, 2 % serta ikuti perluasan kuartal-ke-kuartal 0, 6 % pada Juli-September.
Mengkonsumsi swasta, yang menyumbang sekitaran dua pertiga dari PDB, naik 0, 5 % dari kuartal yang sebelumnya, lebih tinggi dari perkiraan median kenaikan 0, 4 % serta rebound dari penurunan 0, 6 % yang direvisi pada kuartal yang sebelumnya.
Berbelanja modal naik 0, 7 % pada Oktober-Desember pada kuartal yang sebelumnya, kurang dari perkiraan median untuk kenaikan 1, 1 % tetapi naik untuk kuartal ke-5 berturut-turut serta adalah tanda-tanda keuntungan berkepanjangan dalam investasi usaha.
Keinginan luar negeri menyusut dari PDB pada bulan Oktober-Desember. Export naik 2, 4 %, tetapi ini disertai oleh lonjakan 2, 9 % pada import karena keinginan domestik yang kuat.
Jepang sudah melaju jauh diatas tingkat perkembangan mungkin di kuartal paling akhir, mendorong keyakinan yang tumbuh kalau pasar tenaga kerja Jepang makin ketat serta keuntungan yang dicapai perusahaan-perusahaan di negara itu juga akan hasilkan penambahan pengeluaran customer serta inflasi yang lebih kuat.
Tetapi sebenarnya, di saat mengkonsumsi swasta serta investasi usaha bertambah, kenaikan gaji tetaplah lamban serta inflasi masih tetap jauh dibawah sasaran Bank o Japan.
Toshimitsu Motegi menyebutkan perkembangan tesebut yaitu yang terpanjang dalam 28 tahun serta adalah awal dari satu siklus ekonomi yang positif.






