Setelah di tiga tulisan yang awalnya kami membahas tentang intinya memperhatikan data ketenagakerjaan.
Membahas data ekonomi penting lainnya yaitu sisi perubahan ekonomi satu negara.
Produk Domestik Bruto Growth Domestic Product

Perubahan ekonomi satu negara diwakilkan oleh data Produk Domestik Bruto PDB atau Growth Domestic Product GDP.
Data ini cukup penting karena ialah diantaranya tolok ukur keberhasilan ekonomi satu negara dalam menantang pertempuran global.
Di Indonesia, sata ini diadukan oleh Badan Pusat Statistik BPS, bila di AS rilis oleh Department of Commerce dan rilis masing-masing tiga bulan sekali atau pada kuartal usai dan dibulan seterusnya akan data itu akan rilis.
Dalam sisi ekonomi, PDB adalah nilai pasar semua barang dan service yang diproduksi oleh satu negara pada periode detil.
PDB ialah diantaranya langkah untuk mengkalkulasi pendapatan nasional.
PDB diambil kesimpulan jadi nilai keseluruhnya semua barang dan service yang diproduksi di tempat itu dalam periode waktu detil biasanya per tahun.
PDB berbeda dari PNB atau GNP karena masukan pendapatan segi produksi di luar negeri yang kerja di negara itu.

Sampai PDB hanya mengkalkulasi keseluruhnya produksi dari satu negara tanpa memperhitungkan apa produksi itu ditangani dengan memakai segi produksi dalam negeri atau mungkin tidak.
Begitu sebaliknya, PNB memperhatikan asal-usul segi produksi yang digunakan.
PDB Nominal merujuk pada nilai PDB tanpa memperhatikan efek harga.
Sedang PDB riil, atau disebut PDB Atas Basic Harga Kontinu, mengoreksi angka PDB nominal dengan masukan efek dari harga.
PDB dapat dihitung dengan memakai dua pendekatan, yaitu pendekatan pengeluaran dan pendekatan pendapatan.
Rumus umum untuk PDB dengan pendekatan pengeluaran adalah:
PDB = konsumsi + investasi + pengeluaran pemerintah + ekspor – impor
Dimana konsumsi adalah pengeluaran yang ditangani oleh rumah tangga, investasi oleh sektor bisnis, pengeluaran pemerintah oleh pemerintah, dan ekspor dan impor mengikutkan bagian luar negeri.
Sekejap pendekatan pendapatan mengkalkulasi pendapatan yang diterima segi produksi, dengan rumus:
PDB = sewa + upah + bunga + keuntungan

Dimana sewa adalah pendapatan pemilik segi produksi masih seperti tanah, upah untuk tenaga kerja, bunga untuk pemilik modal, dan keuntungan untuk pengusaha.
Dengan teori, PDB dengan pendekatan pengeluaran dan pendapatan harus menghasilkan angka yang sama.
Namun karena dalam praktik mengkalkulasi PDB dengan pendekatan pendapatan sulit ditangani, jadi yang sering digunakan yakni dengan pendekatan pengeluaran.
PDB atau GDP benar-benar penting untuk dipelajari karena data itu ialah diantaranya sinyal ekonomi makro dan pastikan sumber daya yang terpakai.
Besaran atau banyaknya dari data itu dapat merubah kondisi ekonomi di lingkungan sekitar dan negara terlapor.
Logika yang dapat dipakai beberapa investor atau trader menyikapi data itu sebagai berikut:
asumsi pertama yang bisa dipakai waktu data ini alami penurunan angka perubahan kuartal sekarang dibandingkan periode atau kuartal yang awalnya.







