Beranda Analisa Forex Indeks Dollar AS Naik Setelah Aksi Investor Meninggalkan Aset

Indeks Dollar AS Naik Setelah Aksi Investor Meninggalkan Aset

500
0

Investor tinggalkan beberapa aset berefek berubah ke beberapa aset safe haven seperti dolar Amerika di akhir perdagangan Rabu.

Sesudah data AS menggarisbawahi kecemasan jika kerusakan ekonomi global dari epidemi virus corona akan lama serta terlalu lama.

Indeks dolar AS, yang sudah jatuh dalam empat hari perdagangan awalnya, naik setinggi 99, 98, tapi kembalikan beberapa peningkatan itu, paling akhir diperjualbelikan naik 0, 71 %.

Obligasi negara AS, obligasi safe haven tradisionil yang lain, menunjukkan imbal hasilnya jatuh sebab keinginan hutang menggerakkan harga tambah tinggi. Pada mata uang safe-haven tradisionil yang lain, dolar kuat moderat.

Dolar naik 0, 31 % pada yen Jepang serta 0, 47persen lebih kuat pada franc Swiss. Departemen Perdagangan pada Rabu 15/4/2020.

Memberikan Laporan jika pemasaran ritel AS alami rekor pengurangan pada Maret sebab penutupan usaha untuk mengatur penebaran epidemi virus corona mendesak keinginan untuk beberapa barang.

Mempersiapkan pengeluaran customer untuk pengurangan terjelek dalam beberapa dasawarsa.

Federal Reserve New York memberikan laporan pada Rabu 15/4/2020 jika indeks manufaktur Empire State, yang mencari kesibukan di bidang ini untuk Negara Sisi New York, jatuh ke level paling rendah selama hidup yang lebih dari 2 kali lipat dari prediksi konsensus Wall Street.

Laporan IMF tadi malam, yang turunkan perkembangan global lebih dari yang diprediksikan, dengan rekor pengurangan pemasaran ritel AS.

Pengurangan besar dalam produksi industri AS, semua dipadukan menggerakkan serangan pada safe-haven dolar AS,  catat analis di Action Economics.

Ekonomi global diprediksikan akan berkurang tiga % sepanjang tahun ini, kehancuran kesibukan yang akan mengidentifikasi pengurangan tertajam semenjak Stres Hebat tahun 1930-an, Dana Moneter Internasional menjelaskan pada Selasa 14/4/2020.

Pengurangan harga minyak sebab harapan jika pengurangan produksi oleh OPEC kemungkinan masih kurang untuk memberikan dukungan minyak mentah sepanjang kritis keinginan global lemahkan mata uang beresiko, dengan crown Norwegia serta dolar Kanada yang terkena minyak turun tajam.

Corwn Norwegia, turun hampir 2% pada dolar AS, sedang dolar Kanada melemah 1, 5 % pada greenback.

Bank sentra Kanada pada Rabu 15/4/2020 menjelaskan epidemi virus corona akan menyebabkan penurunan paling besar Kanada dalam tempo dekat.

Bank sentra menjaga suku bunga konstan di 0, 25 % sama yang diinginkan, memberikan tambahan obligasi propinsi serta perusahaan ke program pelonggaran kuantitatif, serta menjelaskan siap untuk sesuaikan rasio atau waktu programnya bila perlu .

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses