Kondisi dari Dolar AS diperjualbelikan pada tempat paling rendah 1 minggu pada mata uang paling utama yang lain pada hari Rabu karena sentimen pada greenback tetaplah rawan mendekati launching data inflasi AS yang diantisipasi tinggi yang juga akan dilaunching nanti malam.
Beberapa investor juga akan mencermati laporan tentang data inflasi harga customer (CPI) AS untuk jadikan panduan selanjutnya mengenai seberapa cepat Federal Reserve juga akan menambah suku bunga referensinya pada tahun ini.
Laporan CNBC pada sore hari ini tunjukkan Indeks Dolar AS, yang mengukur kemampuan greenback pada perdagangan-tertimbang enam mata uang paling utama, menurun 0, 24% pada 89, 49, paling rendah mulai sejak 6 Februari.
USD/JPY pernah turun ke ¥106, 82 level paling rendahnya mulai sejak pertengahan November 2016 di dalam meningkatnya harapan kalau Bank of Japan (BoJ) juga akan ikuti Federal Reserve serta European Central Bank (ECB) dalam menormalisasi kebijakan moneter walau terdapat banyak komentar beberapa waktu terakhir kalau bank sentral Jepang itu juga akan lakukan hal yang demikian sebaliknya.
Beberapa jam lalu euro juga bergerak lebih tinggi, dengan EUR/USD naik ke $1, 2393, sementara GBP/USD cuma naik tidak tebal ke $1, 3920 sebelumnya turun sekali lagi di sore hari ini ke $1, 3878. Safe haven franc Swiss masih lebih kuat, bersama dengan USD/CHF pernah merosot ke 0, 9304.
Sedangkan Dolar Australia serta Selandia Baru terus bergerak naik, bersama dengan AUD/USD beberapa jam lalu menanjak ke $0, 7888 sebelumnya turun $0, 7865 serta dengan NZD/USD pernah melesat naik ke $0, 7336 pagi tad terdorong oleh Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) yang menyebutkan kalau harapan inflasi naik sampai 2, 1% dari 2, 0% untuk kuartal pertama.
Disamping itu, masih tetap bergerak sideways dengan USD/CAD waktu berita ini ditulis bergerak di C$1, 2590 serta menurut beberapa analis trend turun harga minyak mentah AS masih tetap membebani kemampuan dolar Kanada terkecuali perubahan renegosiasi NAFTA. Untuk di Australia, indeks sentimen customer Westpac turun 2, 3% di bulan Februari sesudah kenaikan 1, 8% bulan yang sebelumnya.






