Pasangan AUD/USD sempat sampai rekor paling tinggi 0.6757 pada session Asia ini hari 8/10, tapi turun mencolok kembali pada rata-rata 0.6729 pada awal session New York.
Aussie kembali lagi terserang imbas perselisihan dagang AS-China, sebab Washington masukkan 28 perusahaan China ke daftar hitam. Outlook mata uang negeri Kanguru ini juga semakin lebih buruk mendekati launching data sentimen customer esok pagi.
Pagi hari barusan, Departemen Perdagangan AS menginformasikan jika faksinya masukkan 28 organisasi komersil serta instansi pemerintah China ke daftar hitam yang sama juga dengan Huawei, atas dakwaan pelanggaran hak asasi manusia di Xinjiang.
Berita ini di kuatirkan menyebabkan penambahan kemelut di antara AS serta China, walau sebenarnya delegasi tingkat deputi ke-2 negara barusan mulai berdialog pada awal minggu ini.
Jadi mata uang negara yang berbasiskan export, Dolar Australia terdampak oleh berita eskalasi perselisihan itu.
Perang dagang sekarang berperan besar buat perlambatan ekonomi China, walau sebenarnya negeri Panda adalah salah satunya sumber keinginan export paling besar dari negeri Kanguru.
AUD dengan spesial peka pada outlook ekonomi China karena kuatnya jalinan dagang ke-2 negara serta hubungan dengan outlook perkembangan global karena hubungan AUD dengan komoditi.
Sesaat AUD/USD selalu memberi respon berita-berita berkaitan China, kami terus memprediksi bias penurunan akan menguasai, kata Jane Foley, seseorang ahli forex terpenting dari Rabobank.
Sambungnya, Kami memonitor kekuatan penurunan selanjutnya dalam AUD/USD ke arah 0.65 dalam kerangka waktu 9 sampai 12 bulan.
Dari dalam negeri, aktor pasar akan memonitor laporan sentimen customer Australia yang diterbitkan keesokan hari.
Jika sentimen customer domestik lebih buruk ditengah-tengah penurunan keinginan external, karena itu bank sentra Australia RBA punya potensi lakukan pelonggaran kebijaksanaan moneter kelanjutan.
Elias Haddad dari Commonwealth Bank of Australia CBA menjelaskan, Indeks Kepercayaan Customer Australia yang diterbitkan Westpac untuk bulan Oktober ialah konsentrasi domestik selanjutnya, sebab fokus perhatian penting RBA ialah outlook berbelanja customer.
Dengan begitu, penurunan sentimen customer dapat menyebabkan koreksi turun yang lebih relevan dalam harapan suku bunga Australia dan memberatkan







