Beranda Tak Berkategori Harga Minyak Goyah, Qatar Menepis Ultimatum Saudi

Harga Minyak Goyah, Qatar Menepis Ultimatum Saudi

698
0

Reli harga minyak berhenti sebelumnya menjangkau ambang $50 per barel pada sesi perdagangan Rabu pagi hari ini 5/Juli/2017 sesudah Qatar menyebutkan penolakan atas tuduhan serta tuntutan yang diserahkan Arab Saudi serta sekutunya. Ke depan, pasar selalu memantau perubahan kemelut di Timur Tengah ini, sambil menantikan data stock minyak mentah Amerika Serikat paling baru.

 

Harga minyak mentah Brent ditutup turun 7 sen pada $49.61 per barel barusan malam, sesaat West Texas Intermediate naik 1 sen ke $47.08 ; sebelumnya setelah pernah reli di dua hari kerja pertama bulan Juli karena timbulnya sinyal tanda penurunan produksi minyak AS. Waktu berita ditulis pagi hari ini, Brent lengser sekali lagi ke $49.58, sedang WTI masih tetap ada di kisaran yang sama.

 

Menurut beberapa trader yang diwawancarai Reuters, Brent hadapi resisten teknikal perlu pada level harga $50, sekalian beberapa pergeseran outlook fundamental. Pasar masih tetap menaruh keraguan atas beberapa langkah OPEC dalam membatasi output minyaknya, namun laju produksi minyak AS diduga sudah melambat.

 

Harga minyak terpantau bertambah dalam sekian hari paling akhir, walau produksi minyak OPEC menyentuh level tinggi tahun ini pada bulan Juni, sebesar 32. 72 juta barel /hari (bph). Usaha OPEC untuk menyeimbangkan limpahan surplus di pasar minyak global hadapi halangan dikarenakan Libya serta Nigeria selalu menggenjot supply. Ke-2 negara itu adalah anggota OPEC, namun tidak dikenai pembatasan kuota. Perubahan paling baru perseteruan diplomatik Qatar juga memberikan indikasi ketidakpastian baru.

 

Doha menepis DARI tuduhan Arab Saudi serta sekutu kalau pihaknya mensupport terorisme dalam hubungan dengan Muslim Brotherhood serta Iran, dan merekomendasikan supaya dikerjakan diskusi untuk menjangkau jalan keluar yang bisa di terima bersama. Respon ini di kirim lewat Kuwait jadi mediator.

 

Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir, serta Bahrain, akan mengadakan rapat di Kairo hari Rabu ini untuk mengambil keputusan tanggapan mereka atas respon Qatar, dan apakah mereka selalu mengaplikasikan sanksi atau bertambahnya.

 

Sebelumnya, pemutusan jalinan diplomatik serta jalur transportasi pada Qatar dengan ke-4 negara tersebut di awal Juni sudah menimbulkan beberapa kerisauan. Salah satunya, peluang Qatar serta Iran akan mangkir dari jatah kuota yang sudah ditetapkan, dan terancamnya jalur distribusi energi vital di lokasi Timur Tengah.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses