Harga minyak bumi kian bergerak naik pada hari Jumat, namun masih tetap ditutup lebih rendah di banding pembukaan di awal minggu lalu ; hingga mencatatkan rekor penurunan dalam lima minggu secara berurutan.
Senin pagi hari ini 4/September, Brent ataupun West Texas Intermediate (WTI) berusaha menanjak, namun masih tetap tertahan dari ketidakpastian akibat badai Harvey yang menghantam jantung industri migas yang ada di Amerika Serikat minggu kemarin.
Saat ini, satu minggu sudah berlalu mulai sejak badai Harvey yang menerjang pesisir Texas dimana industri migas AS yang berpusat, termasuk juga 45% kemampuan pengilangan nasional. Dari keterangan Bureau of Safety and Environmental Enforcement, sekitaran 5.5% produksi minyak bumi di Teluk Meksiko masih tetap nonaktif, atau sama dengan output 96,000 barel /hari bph.
Tidak ada laporan rusaknya di basis tambang migas ataupun pabrik pengilangan yang terendam banjir, walau satu pabrik kimia punya Arkema di ketahui meledak pada Kamis pagi.
Menurut laporan OilPrice, beberapa pabrik pengilangan di lokasi Corpus Christi sudah kembali beroperasi, namun pengilangan besar di Houston serta Port Arthur/Lake Charles masih tetap ditutup. Sarana migas punya Motiva yang besar di Amerika Serikat juga belum juga di buka kembali, serta diprediksikan dapat tutup sampai dua minggu ke depan.
Keseluruhannya, per Jumat, sekitaran 3 juta bph kemampuan pengilangan di lokasi AS masih tetap off line. Hari Senin ini juga diekspektasikan belumlah ada perubahan penting, berkenaan libur yakni Hari Buruh Labor Day serta usaha penanggulangan akibat badai Harvey yang terhalang. Tetapi, operasional di beberapa besar tempat diinginkan kembali lancar untuk per Selasa.






