Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Harapan Ratu Elizabeth II Pada Brexit Talk

Harapan Ratu Elizabeth II Pada Brexit Talk

783
0

Pada Rabu 21/6/2017  siang waktu London, Ratu Elizabeth II sebagai pemegang kekuasaan teratas Kerajaan Inggris mengemukakan dalam pidatonya waktu pembukaan parlemen baru saat diadakannya pemilu pada 8 Juni 2017 lalu di mana partai Konservatif dan sejumlah pimpinan Perdana Menteri Theresa May tidak berhasil mencapai kursi sebagian besar parlemen Inggris.

 

Kegagalan May dalam pemilu parlemen dua minggu lalu jadi sorotan, pasalnya kekalahan konservatif itu mendekati diadakannya Brexit Talk. PM May yang di kenal mensupport Hard Brexit mesti memperoleh banyak desakan dari lawan politik dalam taktik berkaitan sistem Negosiasi perceraian dengan Uni Eropa.

 

Hal tersebutlah yang mendorong Ratu Elizabeth II menyinggung problem Brexit dalam pidato resmi dihadapan Parlemen. Ratu juga menyimpan keinginan besar pada Theresa May yang tengah lakukan negosiasi Brexit dengan Uni Eropa.

 

“Prioritas paling utama pemerintahan saya yaitu untuk memperoleh perjanjian paling baik (yang menguntungkan Inggris) saat negara ini meninggalkan Uni Eropa” tegas Ratu Elizabeth II yang bicara dihadapan parlemen.

 

Ratu juga menyebutkan pada semua anggota parlemen baik Majelis Tinggi ataupun Majelis Rendah kalau Pemerintah memiliki komitmen membuat “konsensus seluas mungkin” pada sistem perbincangan Brexit serta pemerintah juga akan berkerja-sama dengan parlemen.

 

Otomatis, Ratu Elizabeth II masih tetap mensupport Theresa May jadi Perdana Menteri dan berharap May dapat memperoleh keuntungan (untuk Inggris) dalam Brexit Talk. Selain pidato Ratu, Theresa May juga memiliki kesempatan lakukan pidato waktu memperkenalkan kebijakan baru dimuka parlemen.

 

“Hasil pemilu bukan menjadi keinginan saya, tetapi Pemerintah dengan rendah hati juga akan merespon serta merampungkan pesan sama sesuai harapan pemilih”, tegas Theresa May.

 

“Hal pertama yaitu kita butuh memperoleh perjanjian Brexit dengan benar sesuai sama hasil referendum tahun lalu dan memerintahkan support umum dengan maksimum”, May mengimbuhkan.

 

Mendekati keberangkatan Theresa May ke Brussels untuk menghadari pertemuan dengan pejabat Uni Eropa hari Kamis 22/6/2017 besok, Investor cukup cemas pada taktik baru May berkaitan Brexit. Aktor pasar mencemaskan apabila pendekatan baru May lebih konsentrasi pada problem Imigrasi dari pada menyelamatkan ekonomi.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses