UK makin tampak serius pikirkan ide kalau negara itu dapat meninggalkan Uni Eropa (UE) walau tanpa ada perjanjian perdagangan seutuhnya dengan negara-negara di blok itu.
Surat berita The Telegraph untuk hari Senin memberikan laporan kalau pemimpin UK Theresa May juga akan menunjuk seseorang menteri yang juga akan mengurusi Brexit tanpa ada perjanjian atau No Deal Brexit di minggu ini.
Usaha serius sang perdana menteri itu jadi satu pesan spesial pada UE kalau negaranya betul-betul juga akan meninggalkan blok itu bahkan juga bila tidak berhasil menjangkau perjanjian perdagangan.
Menteri itu juga akan bekerja bersama dengan Sekretaris Brexit David Davis serta memberi pembaruan kontinu tentang persiapan untuk beragam peluang skenario pada perjanjian perdagangan.
Pada CNBC, Joan Hoey, direktur regional Eropa di Economist Intelligence Unit, menyebutkan kalau terdapat banyak logika untuk pengangkatan menteri itu.
” Tak ada perjanjian tidaklah maksud pemerintah UK, tapi nantinya juga akan jadi satu tempat mundur bila berlangsung perjanjian yang tidak memuaskan. Bila pemerintah serius jalan menjauh bila Uni Eropa tidak berhasil tawarkan perjanjian yang bisa di terima oleh UK, butuh disiapkan dengan serius untuk hal itu, serta itu memerlukan seseorang menteri senior di departemen untuk keluar dari Uni Eropa (Department for Exit of the European Union), ” terang Hoey.
Dari keterangan PM May lakukan perombakan kabinet di minggu ini. Selama ini, pada hari Senin, Brandon Lewis sudah menukar Patrick McLoughlin jadi ketua Partai Konservatif. Kondisi tersebut membuat sekretaris Irlandia Utara James Brokenshire mengundurkan diri karena argumen kesehatan. Pengumuman perombakan selanjutnya juga akan menyusul pengumuman kemarin.
Di bagian beda, UE juga akan memberi mandat pada tim negosiasi untuk mulai perbincangan transisi akhir bulan ini. Tetapi saat ini tidak tentu kapan fase ke-2 sistem Brexit dapat diawali.
Walau UK tetaplah jadi anggota penuh UE hingga paling tidak pada bulan Maret 2019, perundingan peralihan mesti selesai pada bulan Oktober tahun ini untuk berikan cukup saat untuk kesepakatan parlemen di semua UE, berikan saat pada beberapa negosiator UK serta UE kurang dari 10 bulan untuk mengambil keputusan bagaimana ke-2 belah pihak juga akan bekerja bersama di masa depan.
Pandangan yang cukup optimis datang untuk Kallum Pickering, keerangn dari ekonom senior di Berenberg, yang menurut dia cuma ada 20 % peluang kalau akan tidak ada perjanjian perdagangan pada ke-2 belah pihak.







