Beranda Analisa Forex Gubernur RBNZ: Waspada Efek Virus Corona

Gubernur RBNZ: Waspada Efek Virus Corona

555
0

Pasangan NZD/USD tergelincir memaski posisi terendah sejak taggal 17 Oktober 2019, sehabis menurun terus menerus dari sejak 13 Februari kemarin.

Sedangkan dalam perdagangan sesi Eropa hari ini 21/02, Dolar Kiwi justru menurun ke posisi 0.6315 menyusul peringatan dari gubernur bank sentralnya supaya para pelaku pasar New Zealand bersiap untuk risiko efek wabah virus Corona.

Adrian Orr mengungkapkan pidato publik pertamanya dalam tahun ini. Dalam program makan siang yang diadakan  Canterbury Employers Chamber of Commerce, Orr menyatakan perusahaan di  New Zealand tidak membutuhkan prediksi tentang virus Corona untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi efeknya.

Orr menilai durasi, tingkat keparahan, dan lokasi endemi adalah faktor kunci yang akan mempengaruhi aktivitas bisnis. Namun, seluruh itu belum diketahui pasti saat ini.

Jadi sesuai keterangannya, mencoba memprediksi apa yang akan terjadi, berpikirlah mengenai persiapan. Seperti seseorang anak pramuka yang baik, Anda wajib selalu siap.

Orr menyarankan rencana buat menghadapi imbas itu tidak harus rumit, melainkan berhasil dibuat dalam selembar kertas saja.

Misalnya para pebisnis mampu meneliti supplier alternatif serta bagaimana cara mempertahankan dalam kebijakan bar terkait tidak diperkenankan untuk bepergian ke brbagai daerah di China. Katanya, Nomor satu mengenai likuiditas. Juga mengenai kemampuan operasional Anda.

Pekan kemarin, bank sentral memberikan pergerakan suku bunga permanen meski wabah virus Corona sudah mulai merebak.

Dalam pidato tadi siang, Orr mengisyaratkan bahwa bank sentral sudah mempunyai persiapan sendiri berdasarkan asumsi terhentinya kegiatan bisnis selama enam pekan.

Bank sentral yang juga selalu siap buat mengubah kebijakan apabila dirasa perlu pada penilaian di masa mendatang.

Sementara itu, pelaku pasar menyoroti pemerintah China yang dianggap tidak berhasil dianggap memberikan data penyebaran wabah secara transparan.

Sebagaimana diungkapkan  Mark Johnson sesuai keterangan OMF, metodologi China pada menetapkan siapa yang terinfeksi dan siapa yang tidak terinfeksi telah mengakibatkan keraguan terbesar terhadap integritas pemerintah.

Contohnya hari ini, China meyakinkan bahwa penyebaran sudah melambat namun nyatanya Korea Selatan mengalami lonjakan jumlah perkara secara mendadak .

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses