Kondisi pasar hari ini khusus untk mata uang Asia Pasifik sampai mendekati siang ini, dari laporan secara umum mata uang dolar AS atau greenback semakin alami desakan dari mata uang paling utama dunia, terlebih yen, jadi bentuk kekecewaan pasar lihat pemecatan Rex Tillerson dan bagian perlindungan Washington yang menerpa Beijing.
Sesuai dengan yang sudah kita pahami kalau di perdagangan kemarin, keadaan greenback sedikit memberi desakannya pada mata uang paling utama dunia yang lain, hingga hal semacam ini menyebabkan EURUSD tengah ada di level 1, 2379 sesudah kemarin ditutup melemah pada level 1, 2367.
GBPUSD yang sedang berada pada level 1, 3974 sesudah kemarin ditutup mendatar di level 1, 3972, AUDUSD tengah ada di level 0, 7879 sesudah kemarin ditutup menguat di level 0, 7874 serta USDJPY tengah ada di level 105, 90 sesudah kemarin ditutup melemah di level 106, 31.
Pada dasarnya memanglah dolar AS yang sedang mengalami desakan dari mata uang paling utama dunia terlebih yen jadi bentuk tindakan kelanjutan dari sekian hari ini, dengan berbagai pertimbangan jadi bentuk tindakan perlawanan investor pada sikap dari pihak Donald Trump yang sudah meberhentikan Rex Tillerson serta menggantikannya dengan sosok yang lebih kontroversional yakni Mike Pompea yang disebut sebagai kes ketua CIA.
Kondisi ini pasti tidak untungkan untuk mata uang AS itu karena investor menginginkan kondisi aman yang juga akan berlangsung yang sebelumnya dengan gagasan pertemuan Presiden Trump bersama dengan Kim Jong-un yang gagasannya juga akan diadakan pada Mei yang akan datang.
Investor juga terasa cemas pada masa depan dari perdagangan dunia saat barusan pagi Gedung Putih memberi desakan pada China untuk selekasnya kurangi defisit perdagangan AS volume sebesar $100 milyar kurun waktu dekat ini hingga ancaman perang dagang dunia semakin menggebu-gebu.
Selama ini dolar AS sudah tertekan 0, 4% mulai sejak awal minggu oleh yen karena investor selalu mencari pengaman investasinya karena Washington selalu berupaya untuk melemahkan nilai dolar AS. Keadaan itu sedikit disayangkan banyak pihak terlebih penasehat ekonomi yang ada di Gedung Putih, Larry Kudlow yang inginkan nilai dolar AS tidak tersungkur selanjutnya karena bisa membahayakan ekonomi dari pihak AS sendiri.






