Sepanjang perdagangan pekan kemarin, beruang berusaha untuk menggerakkan GBP / USD tembus tingkat 1.4000, tapi dolar mundur sesudah angka pemasaran retail AS yang menyebalkan, dan pasangan ditutup di seputar resisten 1.4100.
Peningkatan pasangan tidak melalui tingkat pertahanan 1.4166. Dolar AS mendapatkan beberapa momen pada mata uang khusus yang lain. Peningkatan terjadi sesudah inflasi AS lebih dari 2x lipat dari sasaran 2% Fed untuk bulan April.
Tetapi tempo hari hari GBP/USD kembali naik naik tembus 1.4200 pada pembukaan sesion Eropa. Banyak suport secara esensial yang membuat beberapa buyer berani untuk ambil langkah tentu dengan beli.
Pengangguran Inggris menurun jadi 4,8% dalam 3 bulan sampai Maret, mengalami penurunan dari 4,9%, lebih bagus dari harapan 4,9%.
Tingkat pengangguran masih 0,8% semakin tinggi dari masa pra-pandemi Desember 2019 sampai Februari 2020. Tingkat pekerjaan diprediksi 75,2%, -1,4% di bawah tingkat pra-pandemi. Pendapatan rerata terhitung bonus naik 4% 3moy, di bawah harapan 4,6% 3moy.
Pendapatan rerata tidak terhitung bonus naik 4,6% 3moy, sama sesuai harapan. Jumlah penggugat mengalami penurunan -15.1k pada bulan April.
Beberapa limitasi dilonggarkan di hari Senin, di tengah-tengah kekuatiran jika variasi yang pertama kalinya diketemukan di India menebar secara cepat.
Akan tetapi, riset baru memperlihatkan jika vaksin yang ada bisa menangani variasi baru ini secara efektif. Inggris benar-benar maju dalam mengimunisasi warganya, dengan umur 35 tahun saat ini penuhi persyaratan untuk suntikan.
Dolar tidak bisa meredam peningkatan dengan angka pemasaran retail AS yang menyebalkan, yang memungkinkannya pound untuk cari suport di atas tingkat 1.4000 pada tengah perdagangan pekan kemarin.
Memberi komentar performanya, Pakar Taktik UOB Kwik Sir Liang menjelaskan: Bias sudah berganti ke segi atas tapi pasangan GBP/USD harus ditutup di atas paling tinggi tahun-ke-saat ini di 1.4240 saat sebelum reli berkepanjangan diinginkan.
Anggota MPC BoE Gertjan Vlieghe menjelaskan tempo hari jika inflasi peluang akan melebihi sasaran 2% tahun akhir ini, karena kemacetan sementara dan dampak dasar.
Walau sebenarnya, bukti jika kita akan mempunyai, atau kemungkinan akan kita peroleh, tingkat perkembangan yang tinggi untuk saat ini dan inflasi yang tinggi sementara dalam beberapa waktu kedepan, bukan perhatian khusus dari peraturan moneter, ucapnya.
Kebalikannya, peraturan moneter akan konsentrasi untuk kembalikan inflasi secara berkepanjangan ke sasarannya, yang memerlukan konsentrasi pada prospect periode menengah, sambungnya.






