Beranda Analisa Forex GBP/USD Tertahan Key Resistance

GBP/USD Tertahan Key Resistance

505
0

Pasangan GBP/USD melompat hampir 0.5 % ke rata-rata 1.2985 dalam perdagangan session Eropa 18/11.

Tapi kesusahan meraih posisi 1.3000 yang sudah jadi key resistance semenjak tengah bulan kemarin. Pound sukses reli tinggi pada Euro serta Yen, tapi pergerakannya mulai ketahan waktu masuk session New York.

Analis mensinyalir gerakan Pound masih hadapi ketidakpastian hasil pemilu Inggris bulan Desember akan datang.

Hasil polling paling baru yang diselenggarakan oleh instansi survey terpenting YouGov serta Survation tunjukkan jika suport untuk partai Konservatif sampai hampir 2 kali lipat suport yang didapat lawan terdekatnya, partai Labour.

Hasil polling itu menggerakkan ketertarikan beberapa aktor pasar untuk bertaruh bullish pada Poundsterling.

Sebab kemenangan sebagian besar partai Konservatif pada saat pemilu akan datang dipandang bisa memuluskan proses mundurnya Inggris dari UE brexit tahun kedepan.

Hasil polling akhir minggu tunjukkan Konservatif tingkatkan keunggulan mereka pada Labour dalam rata-rata 15-17 % sehingga memberikan dorongan buat Pound pada awal session Eropa, tegas Chris Turner.

Para pemilih akan menunggu debat tv pertama di antara Boris Johnson pimpinan partai Konservatif serta Jeremy Corbyn pimpinan partai Labour.

Johnson dengan tradisionil dilihat jadi tokoh yang berkemampuan lebih baik pada session bertanya jawab perdana mentri, hingga bullish GBP periode pendek peluang akan suka menjaga tempat mereka sampai hari Rabu.

Namun, beberapa aktor pasar lainnya condong berlaku lebih siaga serta pilih untuk wait-and-see.

Berdasar pengalaman pemilu di beberapa tahun awalnya, hasil polling pencapaian suara partai-partai penting Inggris condong fluktuatif selama saat kampanye berjalan.

Dalam pemilu tahun 2017, pencapaian suara untuk partai Konservatif serta turun terus mendekati hari-H, sampai pada akhirnya mereka tidak berhasil mencetak kemenangan sebagian besar serta sangat terpaksa share kekuasaan legislatif dengan Labour.

Kami akan cemas jika hasil polling mulai menyempit, pasar bisa saja mulai meributkan prospek tidak menyenangkan dari parlemen menggantung.

Seperti berlangsung pada pemilu Inggris awalnya hampir dua tahun kemarin, tegas Oliver Harvey, ahli taktik makro di Deutsche Bank.

Sambungnya, Ini berlangsung sebelum kita memerhitungkan kondisi yang tidak biasa serta lansekap politik yang benar-benar terpecah iris, hingga perkiraan yang memberikan keyakinan mengenai hasil pemilu Desember hampir tidak mungkin dibikin.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses