Keraguan GBP/USD ini nampak dari pergerakan naik dan mengalami penurunan yang bergerak tiada arah pada tempo hari hari.
GBP/USD tergelincir dari posisi paling tinggi sehari-hari yang sempat capai harga 1.3449 dan mengalami penurunan ke posisi paling rendahnya pada posisi harga 1.3360.
Pedagang berbeda sedikit lebih percaya diri pada persetujuan perdagangan Brexit. Tetapi upside masih terbatasi, sebab tidak ada yang dikerjakan sampai semua usai.
GBP/USD tidak berhasil manfaatkan rebound kuat hari kemarin lebih dari 300 pips dan melihat beberapa tindakan jual sepanjang paruh perdana tindakan di hari Selasa.
Penemuan variasi baru virus corona dan pemerlakukan limitasi lockdown perjalanan baru di Inggris lagi memberikan keuntungan dolar AS yang disebut tempat berlindung yang aman.
Ini, pada gilirannya, dilihat selaku factor kunci yang memberi desakan pada pasangan GBP/USD.
Timbulnya tipe virus corona baru dan penutupan keseluruhan yang cepat di Inggris posisikan desakan pada sterling pada mata uang khusus yang lain pada perdagangan awal minggu ini.
Kecemasan mengenai COVID-19 ditambah ke kecemasan ketidakberhasilan dalam perundingan Brexit, yang berperan pada gerakan mengalami penurunan tapukul untuk GBP/USD.
Belasan negara di penjuru dunia sudah berlakukan limitasi ketat pada perjalanan ke dan dari Inggris sebab tipe wabah baru yang dipercaya lebih menyebar dibanding yang telah ada.
Statistik Covid-19 terkini memperlihatkan 33.364 orang dipastikan positif di hari Senin, menggerakkan posisi 7 hari naik nyaris 55%.
Inggris masih terkunci dari Eropa sebab perubahan baru, dengan beberapa ribu truk terjerat di dermaga Inggris.
Dari Kanada ke India, satu per satu negara larang penerbangan dari Inggris, sesaat Prancis larang truk Inggris sepanjang 48 pukul waktu menilai virus.
Sesudah pembicaraan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menjelaskan ia pahami pemicu limitasi dan mengharap kelancaran arus jalan raya bebas di antara Inggris dan Prancis, kemungkinan dalam beberapa saat.
Berpindah ke permasalahan Brexit, Boris Johnson menyarankan Artikel untuk pecahkan permasalahan penangkapan ikan yang menghalangi penuntasan kesepakatan perdagangan dengan Uni Eropa.
Sesion kemarin ialah performa harian terjelek untuk pasangan GBP/USD dalam tiga bulan.






