Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental GBP/USD Melonjak Tinggi, Inggris Berpotensi Naikkan Bunga Lagi

GBP/USD Melonjak Tinggi, Inggris Berpotensi Naikkan Bunga Lagi

395
0
Sterling
Various denominations of pound notes are seen in this arranged photograph in London, U.K., on Thursday, May 17, 2012. U.K. Prime Minister David Cameron plans to say today he won't swerve from his austerity plan, warning members of the European single currency that failure to resolve their problems carry "huge risks for everybody." Photographer: Chris Ratcliffe/Bloomberg via Getty Images

Baru-baru ini para pesaing berat AS berlomba-lomba untuk melakukan reli dalam perdagangan hari Jumat, 15 Desember 2023. Salah satu rival berat yang dimaksud adalah pound sterling (GBP/USD) yang mengalami lonjakan tinggi sampai dekat dengan ambang 1.2800. Hal ini terjadi ketika pernyataan Bank of England (BoE) yang memberikan gambaran jauh lebih tinggi hawkish jika dibandingkan dengan Federal Reserve AS (Fed).

GBP/USD yang Semakin Menguat

Bahkan dalam Rapat Komite Moneter BoE mengeluarkan keputusan tingkat suku bunga tetap berada di angka 5.25 persen. Kemudian, ini bisa dinaikkan lagi jika dibutuhkan. Bias hawkish sangat terlihat dalam hasil voting kebijakan dan konferensi pers setelah rapat dilakukan. Dari sini pun beberapa data ekonomi Inggris mulai melambat.

Dari sini Gubernur BoE Andrew Bailey langsung memberikan penjelasan bahwa dia “tidak bisa mengatakan secara pasti bahwa suku bunga telah mencapai puncaknya.”

Bahkan di saat wartawan menanyakan kepada Bailey terkait BoE yang tak mengikuti perubahan arah kebijakan The Fed, dia memberikan jawaban “ada perbedaan antara posisi kami dan AS”.

Lebih lanjut dia juga mengatakan “masih terlalu dini untuk mulai berspekulasi mengenai pemangkasan suku bunga.”

Dalam hal ini, pelaku pasar secara langsung memberikan tanggapan atas berita tersebut dengan memundurkan proyeksi awal pemangkasan suku bunga BoE dari bulan Mei menjadi bulan Juni 2024. Untuk masalah prediksi total penurunan suku bunga BoE tahun depan juga mengalami pengurangan dari 114 bps menjadi 107 bps saja.

Kemudian, nilai tukar pound sterling semakin meningkat secara luas. GBP/USD semakin menguat paling pesat karena sikap The Fed yang justru lebih dovish jika dibandingkan pada prediksi sebelumnya. Sehingga reli GBP/USD tertahan pada prediksi 0.8600, disebabkan sikap dari bank sentral Eropa sama-sama lebih hawkish daripada ekspektasi pasar.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses