Bank Sentral Eropa (ECB) bisa dikatakan semakin tangguh dalam mempertahankan tingkat suku bunga di level tertinggi. Bahkan mereka juga menampik semua spekulasi tentang pemotongan suku bunga. Sikap yang lebih hawkish jika dibandingkan dengan The Fed yang memicu EUR/USD semakin meningkat lebih dari 1 persen hingga kisaran angka 1.1000.
Pembantahan yang Dilakukan ECB Terhadap Spekulasi Pasar
Bahkan pada rapat kebijakan ECB hari ini 15 Desember 2023 mengambil keputusan untuk mempertahankan suku bunga pada tingkat sekarang ini. Dengan mereka juga mempertahankan frasa “suku bunga akan ditetapkan pada tingkat yang cukup ketat selama diperlukan” dalam panduan kebijakannya.
Proyeksi ECB memberikan gambaran adanya penurunan inflasi yang lambat dan baru mendekati target ketika memasuki tahun 2025. Prediksi inflasi Zona Euro tahun 2023 sebesar 5.4 persen, 2024 sebesar 2.7 persen dan 2025 sebesar 2.1 persen.
Jadi bisa dikatakan EUR/USD sudah menguat sejak sesi Asia karena pengumuman suku bunga The Fed yang terlalu dovish. Pasangan mata uang ini kembali menguat lebih pesat lagi sehubung dengan beragam pernyataan ECB tersebut.
Ketua The Fed, Jerome Powell pada dini hari tadi menyetujui spekulasi pasar tentang penurunan suku bunga pada tahun 2024 secara tidak langsung. Kemudian, Presiden ECB, Christine Lagarde justru memberikan ketegasan bahwa Dewan Gubernur “tidak mendiskusikan pemangkasan suku bunga sama sekali” dalam rapat hari ini.
Bahkan Carsten Brzeski, Global Head of Macro di ING langsung memberikan komentar bahwa “Akhir dari kenaikan suku bunga sudah tiba.”
Brzeski memberikan komentar lanjutan, “(Namun) untuk saat ini, kami masih berpikir bahwa peralihan ECB ke sikap dovish penuh akan lebih bertahap dibandingkan perkiraan pasar.”
Untuk komentar penutup dari Brzeski, “Sulit untuk melihat bagaimana ECB akan memutuskan untuk mengubah kebijakan suku bunga sepenuhnya hanya karena beberapa data inflasi yang lebih lemah dari perkiraan, sedangkan inflasi umum belum turun di bawah 2% dan perkiraan inflasi jangka panjang masih tetap sekitar 2%.”






