Mata uang komoditas sudah sempat bergerak di akhir perdagangan tempo hari, sesudah tersebar berita jika China sepakat untuk berdialog kembali dengan Amerika Serikat di arena KTT G20 Osaka.
Tetapi, Aussie serta Kiwi kembali mengambil langkah mundur dalam perdagangan ini hari, sebab hasil renegosiasi ke-2 negara adidaya itu belum pasti positif.
Waktu berita dicatat pada pertengahan session Eropa hari Rabu ini 19/6, AUD/USD sudah alami penurunan 0.1 % ke ksiaran 0.6870, sesaat NZD/USD tergelincir 0.06 % ke rata-rata 0.6523.
Di hari Selasa, Presiden AS Donald Trump mengemukakan lewat account Twitter-nya, Saya punyai diskusi telephone benar-benar bagus dengan Presiden Xi dari China.
Kita akan lakukan rapat panjang minggu kedepan di arena G20 di Jepang. Team kami semasing akan mengawali perundingan sebelum pertemuan kami.
Gagasan pertemuan renegosiasi itu di konfirmasi juga oleh Hu Xijin, editor media Global Times yang sering dijuluki jadi jubir tidak sah pemerintah China.
Tuturnya, Presiden Xi Jinping memang sepakat berjumpa dengan Presiden Donald Trump di G20 serta mereka akan membahas desas-desus mendasar dalam jalinan AS-China. Telephone ini bawa keinginan tipis untuk pecahkan kebuntuan di antara ke-2 negara sekarang ini.
Mengejar berita itu, Dolar Australia serta Dolar New Zealand sudah sempat muncul, bersamaan dengan bertambahnya ketertarikan efek pasar. Tetapi, tempat AUD serta NZD kembali terkoreksi sebab diskusi ke-2 faksi mungkin saja selesai nihil .
Dialog di antara Trump serta Xi Jinping adalah surprise yang diterima hangat, terutamanya buat Dolar Australia serta Yuan China. Tetapi, tanpa ada hasil yang detil, kenaikan akan berusia pendek, kata Marc-André Fongern dari MAF Global Forex.
Butuh diingat, Trump serta Xi terjebak dalam diskusi hangat pada KTT G20 tahun kemarin, tapi perundingan di antara kedua-duanya tidak bawa hasil relevan.
Sesudah moment itu, delegasi dari ke-2 negara mengadakan beberapa ronde penghinaan, tapi negosiasi dagang AS-China justru bubar jalan pada kuartal pertama tahun ini sesudah Trump kembali lagi meningkatkan biaya import buat produk asal China.
Sekarang ini, China masih memperhitungkan penetapan export mineral langka serta beberapa pilihan amunisi lain yang dapat dikeluarkan untuk membalas biaya import AS.






