Dalam perdagangan hari ini kurs dolar AS semakin stabil bahkan berhasil mendekati posisi tertinggi selama perdagangan 4 bulan terkahir, jelang diumumkannya kebijakan moneter dari The Fed yang akan di umumkan hari Kamis. Hasil rapat dari FOMC sangat dinantikan untuk mempertahankan tentang kebijakan moneter.
Kondisi ini membuat beberapa pelaku pasar masih menunggu panduan serta menunggu kenaikan suku bungan sebagai referensi dalam bulan Juli yang akan datang.
Untuk pasangan USD/JPY dalam perdagangan pagi hari tadi berada diposisi 109.350 mendekati level tertinggi dalam 2.5 bulan yang berhsail dicatatkan pada hari jumat yang lalu.
Penguatan dari obligasi pemerintah AS diperkiarakan akan masih terus berlangsung lama. Namun kondisi tersebut kemungkinan tidak akan bertahan lama karena semakin memudarnya yield Obligasi dari posisi tertinggi dalam empat tahun ini.
Euro dan Pound Kalah Dengan Dolar AS Meski Tidak ada Penguatan Yield US Treasury
Khusus untuk pasangan EUR/USD hari ini berada diposisi 1.2076 sampai berita ini dirilis, hasil tersebut menjadi pencapaian yang terendah dari tanggal 26 April. Situasi tersebut dipengaruhi laporan dari penjualan ritel Jerman dalam bulan maret yang dirilis kemarin.
Hingga kondisi tersebut juga berpengaruh terhadap ritel Jerman yang menurun sebesar 0.6% MoM, yang mengakibatkan tidak adanya harapa untuk bisa naik ke 0.8%, bahkan tidak hanya itu angka tersebut menjadi yang terendah dari data sebelumnya yang hanya menurun 0.2%.
Namun setelah melewati revisi menurun sebesar 0.7%. Usaha untuk menguang setimulus dari ECB masih belum mampu menjadi solusi terbaik justru terkubur, sudah bukan rahasia lagi karena Jerman adalah salah satu negara yang memiliki kekuatan ekonomi terkuat.
Sedangkan dibagian yang lain pasangan GBP/USD dalam perdagangan berada di posisi 1.3758 anjlok keposisi terendah dalam dua bulan berada di posisi 1.3715 kemarin. Sedangkan untuk sterling sebelumnya mengalami kenaikan mencapai level 1.4377, Namun akhirnya menurun drastis karena laporan dari BoE menghentikan keinginan dari suku bunga melalui kebijakan Mark Carney.






