
Pergerakan EURUSD dalam Analisis Teknikal
Dalam lima sesi perdagangan berturut-turut, pasangan EURUSD telah berusaha untuk mengoreksi ke atas, dan peningkatan retracement tersebut telah terhenti di sekitar posisi pertahanan 1.1880. Ini menunjukkan bahwa pasar sangat memperhatikan level ini sebagai area support yang kuat. Trader dan analis sering kali mengamati pergerakan di sekitar level ini untuk menentukan arah pergerakan selanjutnya.
Meskipun EURUSD sempat bergerak sedikit di atas resistance tersebut, usaha ini beberapa kali telah dipatahkan kembali ke bawah. Hal ini menunjukkan bahwa ada tekanan jual yang kuat di sekitar level tersebut, menciptakan ketidakpastian bagi trader. Memahami pola ini penting untuk memprediksi langkah selanjutnya dari pasangan mata uang ini.
Euro terus meningkat meskipun USD menunjukkan kelemahan yang signifikan, dan ini sangat menentukan tindakan harga di pasar. Ketika Euro menguat, banyak trader berusaha untuk mendapatkan keuntungan dari pergerakan tersebut, tetapi akan ada risiko jika tren ini berakhir tanpa peringatan.
Ini terlepas dari kekhawatiran jangka pendek yang pasti terkait dengan meningkatnya kasus COVID-19 dan pelambatan ekonomi di beberapa negara besar. Investor cenderung berhati-hati saat mengambil keputusan perdagangan, terutama ketika ada berita negatif mengenai kesehatan global dan dampaknya terhadap ekonomi.
Peningkatan euro berada di bawah tekanan dan tidak dapat melanjutkan karena langkah-langkah pembatasan yang terus-menerus di Eropa untuk menanggulangi pandemi virus corona, yang menciptakan angka rekor yang melebihi kapasitas pada gelombang pertama. Hal ini menciptakan ketidakpastian dalam pasar dan mempengaruhi keputusan investasi.
Selain itu, Bank Sentral Eropa (ECB) terus memantau pergerakan euro, terutama jika mata uang ini bergerak ke arah resistance psikologis di level 1.2000. Analisis teknikal menunjukkan bahwa jika euro berhasil menembus level ini, kemungkinan akan ada dorongan bullish yang lebih signifikan.
Bank percaya bahwa kekuatan kurs euro dapat menjadi kendala yang kuat untuk upayanya dalam menghidupkan kembali ekonomi Eropa. Ketidakpastian global dan dampak dari kebijakan moneter juga perlu diperhatikan sebagai faktor yang mempengaruhi nilai tukar ini.
Selama tahun 2020, nilai tukar EURUSD mencapai posisi terendah di 1.0630 pada saat puncak kehancuran pasar di bulan Maret akibat COVID-19. Hal ini menjadi titik awal bagi banyak trader yang ingin melakukan aksi jual, tetapi juga memberikan kesempatan bagi yang lain untuk membeli di harga rendah.
Setelah itu, pasangan ini memulai pemulihan yang berkelanjutan yang membawanya ke level psikologis utama di 1.2000 pada 1 September. Sejak saat itu, pasangan ini telah bergerak dalam kisaran perdagangan yang ketat, membuat trader berfokus pada pergerakan harga dalam kisaran tersebut.
Di zona euro, terdapat tanda-tanda tentatif bahwa kurva COVID-19 mulai menunjukkan perubahan positif, yang mungkin membuka pintu bagi pelonggaran pembatasan di beberapa negara. Ini dapat menciptakan optimisme di pasar dan memberikan dorongan ekstra bagi euro.
Respon yang serupa terlihat di zona euro sebelum wabah, tetapi situasi ini tidak dikategorikan sebagai tren yang stabil. Investor harus tetap waspada dengan pergerakan pasar global yang dapat mempengaruhi EURUSD.
Ketika ECB mengumumkan atau mengindikasikan perluasan Program Pembelian Darurat Pandemi (PEPP), hal tersebut dipandang sebagai pendorong bagi ekonomi benua tua untuk mendukung mata uang bersama. Ini menunjukkan bahwa ECB siap untuk memberikan stimulus lebih lanjut untuk mendukung pemulihan.
Lagarde menyatakan bahwa stimulus tambahan akan segera dilakukan, sementara Powell hanya membuka peluang untuk pengembangan lebih lanjut. Jika The Fed melanjutkan kebijakan ini, EUR/USD memiliki ruang untuk naik yang lebih signifikan. Investor perlu memantau pernyataan dan tindakan dari kedua bank sentral ini untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas.
Apakah EURUSD akan mampu melanjutkan kenaikannya? Hal ini menjadi pertanyaan besar di kalangan trader. Banyak yang memperdebatkan apakah level resistance yang ada dapat ditembus oleh euro, dan faktor-faktor eksternal seperti kebijakan moneter dan data ekonomi akan sangat menentukan arah pergerakan selanjutnya.
Lagarde menekankan bahwa stimulus tambahan pasti akan datang, sedangkan Powell hanya membuka kemungkinan pengembangan lebih lanjut. Terlepas dari kekhawatiran mengenai virus corona, mata uang Eropa ini memiliki keunggulan atas dollar dalam hal respons terhadap pembelian obligasi. Ini menjadi pertimbangan penting bagi investor yang ingin berinvestasi di EUR/USD.
Ketika The Fed mencetak uang untuk membeli obligasi, aliran dana mengalir ke aset berisiko di luar Amerika, menyebabkan dollar mengalami devaluasi. Ini memberikan kesempatan bagi euro untuk menguat, dan investor harus memperhatikan pergeseran ini dalam konteks global.
Dari sudut pandang teknis, jika kita melihat level 1.1880 hingga 1.1920, ini adalah area yang akan menjadi tantangan bagi kenaikan EURUSD dan tidak mudah untuk dilalui tanpa dorongan yang kuat untuk mendorong pergerakan rally EURUSD. Oleh karena itu, trader perlu memantau pergerakan harga dengan cermat.
Resistance di level 1.1800 masih menjadi dasar nuansa bullish selama pasangan ini berada di atas level tersebut. Namun, jika dilihat dari ekspektasi bank saat ini, ada potensi untuk pergerakan yang lebih besar jika level ini berhasil dipertahankan.
Pasar global yang telah disebutkan sebelumnya tetap akan mengawasi posisi resistance psikologis di 1.2000 dan reaksi Bank Sentral Eropa terhadapnya, karena ada kemungkinan untuk bergerak menuju level tersebut jika faktor-faktor mendukung. Investor harus siap dengan strategi yang tepat untuk menghadapi volatilitas yang mungkin terjadi.





