Pasangan mata uang EUR/USD terjerumus lebih dari 0.5 % ke rata-rata 1.0966 pada pertengahan session Eropa 23/9, sesudah Markit Economics menginformasikan hasil survey Purchasing Managers’ Index preliminer untuk bulan September 2019.
Data itu tunjukkan penurunan mencolok dalam bidang manufaktur serta layanan Zone Euro, terutamanya negara Jerman, hingga menguatkan signal krisis.
Laporan preliminer tunjukkan jika Purchasing Managers’ Index PMI untuk bidang manufaktur Jerman roboh dari 43.5 jadi 41.4.
Dalam kata lain, bidang usaha sangat penting di negeri dengan perekonomian paling besar di Zone Euro ini sudah menanggung derita perkembangan negatif sepanjang beberapa bulan.
Keruntuhan bidang manufaktur Jerman bawa resiko luas buat bermacam bidang serta keadaan ekonomi Zone Euro keseluruhannya.
Rekor data PMI untuk bidang manufaktur Zone Euro turun dari 47.0 jadi 45.6 dalam periode yang sama, sesaat data PMI untuk bidang layanan meleset dari 53.5 jadi 52.0.
Gabungan data PMI Zone Euro untuk semua bidang ambruk dari 51.9 jadi 50.4. Walau sebenarnya, score PMI dibawah ujung 50 menyaratkan kondisi krisis.
Sektor produsen barang beralih dari jelek jadi lebih jelek , menanggung derita penurunan terberat semenjak tahun 2012.
Tetapi, trend yang lebih mencemaskan ialah meluasnya perlambatan ke bidang layanan, dimana pergerakan perkembangan sekarang sudah sampai satu diantara rekor paling lamban semenjak 2014, papar Chris Williamson.
Sambungnya, Rincian survey tunjukkan efek cenderung pada kontraksi ekonomi dalam beberapa waktu ke depan.
Untuk mengatasi bermacam alarm krisis ini, pemerintah beberapa negara anggota Zone Euro serta bank sentra Eropa ECB diinginkan mengeluarkan paket stimulus lebih agresif.
Tetapi, dari hasil stimulus itu juga belum pasti dapat mengangkat perekonomian atau mata uang Euro.
Data ini menguatkan pandangan jika satu krisis di bidang manufaktur sekarang akan menyeret keseluruhnya perekonomian, tapi kita membutuhkan semakin banyak bukti untuk membuatnya perkiraan penting kita.
Selain itu, untuk pasar, narasi intinya jika beberapa pengambil kebijaksanaan semakin lebih mungkin untuk memberi respon tegas dibanding diam saja, baik dengan fiskal atau moneter.
Sebegitu efisien prediksi ini akan susah direncanakan, tapi prediksinya masih ada, tutur Samuel Tombs, seseorang ekonom dari Pantheon Macroeconomics.






