Beranda Analisa Forex Dolar Menguat Mengalahkan Mata Uang Pesaingnya

Dolar Menguat Mengalahkan Mata Uang Pesaingnya

502
0

Dolar Amerika Serikat memang sudah sempat melemah bertemu dengan mata uang penting di session perdagangan Asia akhir minggu Jumat 20/09.

Tetapi di session market Eropa serta Amerika, dolar gantian kembali berjaya, khususnya euro serta poundsterling sukses dipukul mundur.

Bank sentra AS Federal Reserve/The Fed yang memotong suku bunga tetapi berlaku tidaklah terlalu dovish membuat dolar kuat di perdagangan Rabu 18/9/19. Tetapi, pada Kamis minggu   the greenback tiba-tiba lemah.

The Fed putuskan memotong suku bunga acuannya Federal Funds Rate sebesar 25 basis point bps jadi 1,75-2%. Tetapi tidak semua anggota Federal Open Market Committee yang mendapatkan jatah voting suku bunga pilih pemotongan 25 bps.

Dua anggota FOMC tidak sepakat The Fed memotong suku bunga, satu yang lain minta suku bunga dipotong 50 bps.

Diluar itu, The Fed meningkatkan prediksi perkembangan ekonomi tahun ini jadi 2,2%, dibanding prediksi yang diberi pada Juni lalu sebesar 2,1%, walau untuk prediksi periode panjang tetap 1,9%.

Prediksi inflasi tetap sebesar 1,9% di tahun ini, serta 2,5% untuk periode panjang. Dolar perkasa lihat outlook The Fed itu,paling tidak sampai beberapa bank sentra negara lain menginformasikan suku bunga Kamis  .

Kamis   ada tiga bank sentra yang menginformasikan suku bunga: bank sentra Jepang Bank of Japan/BoJ, bank sentra Swiss Swiss National Bank/SNB, serta bank sentra Inggris Bank of England/BoE.

Ke-3 bank itu solid menjaga kebijaksanaan moneternya, yang membuat mata uang semasing kuat menantang dolar AS.

BoJ menginformasikan menjaga suku bunga periode pendek di -0,1% serta mengarahkan yield obligasi 10 tahun ke rata-rata 0%.

Meskipun begitu, bank sentra pimpinan Haruhiko Kuroda itu buka kesempatan untuk merubah kebijaksanaannya mengarah lebih longgar bulan depan.

SNB sama masih menjaga suku bunga acuannya -0,75%, demikian dengan BoE yang menjaga suku bunganya 0,75%. Dua bank sentra ini belum memberikan indikasi akan terdapatnya pemotongan suku bunga.

Karena ketidaksamaan kebijaksanaan moneter, spread suku bunga di AS serta beberapa negara itu menyempit, serta membuat dolar tertekan.

Ditambah lagi keadaan finansial global yang konstan membuat aktor pasar kembali mengincar asset berimbal hasil tinggi.

Kamis  , dolar melemah menantang euro serta poundsterling, serta bersambung sampai tengah  barusan.

Tetapi perlahan-lahan dolar sukses bangun, euro tertekan karena penurunan yield di beberapa negara zone euro sesudah Menteri Keuangan Jerman menjelaskan negara dengan perekonomian paling besar di Eropa itu melemah diawalnya kuartal III-2019, serta tingkat pengangguran diperkirakan naik.

Selain itu, penurunan euro ikut memberi sentimen negatif buat poundsterling yang ada di posisi paling tinggi dua bulan.

Mengakibatkan mata uang Inggris ini didera tindakan mengambil untung keuntungan taking sampai kembali melemah. Dolar AS juga sukses berjaya di Eropa serta Amerika.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses