Kurs euro menguat terhadap dolar Amerika Serikat AS dalam perdagangan Jumat 21/2/2020. Tetapi masih belum cukup jauh meninggalkan posisi terendahnya nyaris pada 3 tahun terakhir yang disentuh Kamis pekan kemarin.
Serangkaian data di launching menurut zona euro pada akhir pekan Jumat belum poly mengubah sentimen terhadap sejumlah mata uang 19 negara ini.
Markit melaporkan data aktivitas usaha manufaktur dan jasa berdasarkan Prancis, Jerman, dan zona euro yang bervariasi.
Angka purchasing managers index PMI manufaktur Prancis dirilis sebesar 49,7 buat bulan Februari.
Itu adalah sektor manufaktur Prancis balik mengalami kontraksi buat pertama kalinya pada 10 bulan terakhir. Sementara PMI jasa naik sebagai 52,6 menurut sebelumnya 51.
PMI dari Markit menggunakan nomor 50 menjadi batas kontraksi dan ekspansi. Di bawah 50 berarti kontraksi dari interim di atas 50 berarti perluasan.
Dari Jerman, sektor manufakturnya melanjutkan kontraksi menjadi 14 bulan beruntun, meski angkanya membaik dari 45,3 sebagai 47,8.
Sebaliknya sektor jasa memberitahuakn penurunan ekspansi menjadi 53,3 berdasarkan sebelumnya 54,2.
Sebelumnya berada zona euro secara keseluruhan sektor manufaktur masih berkontraksi dengan angka indeks 49,1 ad interim sektor jasa naik sebagai 52,8 berdasarkan sebelumnya 50,0.
Selain itu, Eurostat mengkonfirmasi inflasi Januari sebesar 1,4% year-on-year, sama menggunakan pertumbuhan Januari 2019. Inflasi itu masih relatif jauh menurut sasaran European Central Bank ECB sebanyak 2%.
Dari seluruh data itu, Jerman sebagai negara yang paling menerima sorotan sesudah pertumbuhan ekonominya stagnan pada kuartal IV-2019, dan menghadapi ancaman resesi.
Negeri Panser merupakan motor penggerak ekonomi zona euro, dan merupakan negara dengan nilai ekonomi terbesar pada Eropa.
Ketika motor penggerak loyo, tentunya aka
Pada tahun kemudian, Jerman telah nyaris mengalami resesi efek perang dagang AS dengan China.
Tahun kemudian kami menemukan seberapa sensitif ekonomi Jerman terhadap China, dan aku pikir setiap orang masih menganggap remeh bagaimana pengaruhnya terhadap ekonomi China ke Eropa kata John Marley, konsultan senior dan seorang ahli manajemen risiko valuta asing di SmartCurrencyBusiness, sebagaimana dilansir Reuters.
Jerman merupakan negara berorientasi ekspor dan China sebagai pasar terbesar ke3. Pada tahun 2018, nilai ekspor Jerman ke China US$ 109,9 miliar atau menyumbang 7,1% dari total ekspor.
Melambatnya perekonomian China efek endemi virus corona tentu menurunkan permintaan berdasarkan Jerman, sebagai akibatnya ekonomi Negeri Panzer pula berisiko terpukul.
Selain itu, dalam Selasa 18/2/2020 data memperlihatkan penurunan optimisme menurut investor Jerman terkait syarat ekonomi enam bulan ke depan.
Laporan sentimen ekonomi Jerman yang dirilis oleh ZEW memperlihatkan penurunan angka indeks sebagai 8,7 di bulan ini.
Angka di atas nol masih memberitahuakn optimisme, tapi jika dari pada bulan Januari mengalami penurunan tajam.
Angka indeks sentimen ekonomi di bulan kemudian sebesar 26,7. Ketika optimisme pelaku pasar menurun, tentunya investasi jua akan semakin menurun, dan ancaman resesi Jerman kembali bergerak naik. Akibatnya, mata uang euro terus terdesak.






