Beranda Analisa Forex Euro Berada Di Zona Merah

Euro Berada Di Zona Merah

662
0

Nilai tukar euro kembali melemah menantang dolar Amerika Serikat AS pada Kamis 13/2/2020 sampai sentuh posisi terlemah lebih dari dua tahun paling akhir yaitu pada Mei 2017.

Kekhawatiran akan perlambatan ekonomi di zone euro karena wabah virus corona di China membuat euro tertekan.

Berdasar data dari satelit pemetaan ArcGis, keseluruhan korban wafat karena virus corona atau yang dinamakan Covid-19 sekitar 1.367 orang. Dari keseluruhan itu, sekitar dua orang yang wafat di luar China.

Covid-19 sekarang sudah menjangkiti lebih dari 60.000 orang di penjuru dunia.

Angka itu naik relevan dibanding laporan tempo hari dimana sekitar 1.115 orang, serta menjangkiti seputar 45.000 orang di penjuru dunia.

Belum juga jelas berapa besar ekonomi China akan tertekan karena wabah itu, hasil analisa S&P meramalkan produk domestic bruto PDB Negeri Tiongkok akan terpangkas sampai 1,2%.

Saat ekonomi China melambat, karena itu zone euro akan terpukul. Penyebabnya Jerman, motor penggerak lokasi itu, adalah negara yang fokus export, serta salah satunya arah intinya ialah China.

Tahun kemarin kami temukan berapa peka ekonomi Jerman pada China, serta saya fikir tiap orang masih memandang sepele bagaimana efek ekonomi China serta ke Eropa, kata John Marley.

Dolar AS sedang perkasa sesudah bank sentra AS Federal Reserve/The Fed optimistis pada perekonomian Paman Sam, serta berlaku tidak memotong suku bunga di tahun ini.

Data ekonomi AS pada minggu lantas dikeluarkan lumayan bagus. Institute for Suplai Management ISM memberikan laporan purchasing managers’ index ISM bulan Januari naik jadi 50,9 dari bulan awalnya 47,2.

PMI memakai angka 50 jadi tingkat batas, di atas 50 bermakna ekspansi, sesaat dibawah bermakna kontraksi.

Launching data itu termasuk mengagetkan mengingat polling Reuters meramalkan kenaikan cuma ke 48,5 atau masih berkontraksi.

Selain itu dari bidang non manufaktur, ISM memberikan laporan penambahan ekspansi jadi 55,5, dari mulanya 55.

Selanjutnya Departemen Tenaga Kerja AS memberikan laporan selama Januari ekonomi AS menyerap 225.000 tenaga kerja, jauh tambah tinggi dari bulan awalnya 147.000 tenaga kerja. Tingkat tenaga kerja naik jadi 3,6% naik dari bulan Desember 3,5%.

Disamping itu rata-rata gaji /jam tumbuh 0,2% di bulan Januari dari bulan awalnya yang tumbuh 0,1%.

Data tenaga kerja AS adalah salah satunya referensi bank sentra AS Federal Reserve/The Fed dalam tentukan kebijaksanaan moneter.

Data tenaga kerja yang lumayan bagus tentu saja menguatkan sikap The Fed untuk menjaga suku bunga di tahun ini, sesudah memotong sekitar 3 kali pada tahun kemarin.

Karena keadaan ekonomi yang kebalikannya itu, dolar AS juga kuat, serta terus mendesak euro.

 

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses