DXY melejit lebih dari 0.4 % dekati posisi 98.00, sedang EUR/USD turun hampir 0.6 % ke posisi 1.1066 pada awal session New York 5/11.
Greenback kuat makin cepat versi mata uang mayor lain, terutamanya Yen Jepang serta Franc Swiss.
Animo Dolar AS itu muncul karena launching hasil survey PMI untuk bidang layanan AS yang diatur oleh instansi analisa Insitute for Suplai Management ISM.
Menurut Insitute for Suplai Management ISM, score PMI untuk bidang layanan AS alami kenaikan mencolok dari 52.6 jadi 54.7 pada bulan Oktober 2019.
Perolehan ini jauh melewati perkiraan awal yang dibanderol pada 53.5 saja.
Aktor pasar menanggapinya dengan ketertarikan, tapi sebetulnya beberapa data ekonomi lain yang dikeluarkan malam hari ini condong menyedihkan.
Beberapa analis memandang prestasi PMI Layanan tidak terlalu impresif dari sudut pandang historis.
Elemen laporan PMI berkaitan kegiatan perusahaan sekarang serta pesanan baru cuma naik 2 %.
Indeks harga serta alami penurunan 3.4 % dibanding rekor bulan September, hingga menunjukkan perlambatan pergerakan inflasi.
Menurut ISM, kenaikan PMI Layanan kesempatan ini didorong oleh efek statistik, sebab penurunan score indeks yang semakin besar pada bulan awalnya.
Meskipun data manufaktur cuma tunjukkan pemulihan moderat, ISM Layanan mencatat kenaikan semakin besar ke 54.7 pada bulan Oktober.
Ini masih dibawah rata-rata 56-60 yang kelihatan sepanjang tahun 2018 serta masuk awal tahun ini.
Tapi paling tidak sama dengan posisi yang umumnya berkelanjutan dengan perkembangan moderat dalam perekonomian, papar Andrew Grantham, satu orang ekonom di CIBC Capital Markets.
Ian Shepherdson dari Pantheon Macroeconomics, menjelaskan, Dalam keadaan normal.
Kami akan menginginkan indeks ada dalam rata-rata 58-59, karena penambahan mengagumkan dalam penjualan ritel pokok sepanjang beberapa waktu paling akhir.
Meskipun begitu, kami sangsi ketimpangan ini akan melebar, sebab laporan media menyaratkan biaya yang akan diaplikasikan pada barang customer asal China mulai 15 Desember tidak diresmikan bila persetujuan dagang fase-1 difinalisasi.
Tetapi, terlalu berlebih untuk menginginkan pembalikan rata-rata periode pendek pada data ISM.







