Pasangan EUR/USD memang bergerak rebound berada di posisi $1610 yang mana menjadi hal yang baik untuk kedua pasangan mata uang tersebut.
Aksi menunggu data NFP pelaku pasar dan jumlah pengangguran yang akan dirilis pada hari jumat pekan ini. EURUSD terhenti pada level 1.1610 sebagai level paling rendah dalam dua bulan.
Dalam perdagangan kemarin menjadi catatan yang buruk dari sejak bulan April kemarin, kekhawatiran terhadap pandemi COVID-19 gelombang kedua yang melanda sejumlah negara Eropa menjadi penghalang penguatan penjualan dalam waktu dekat ini.
Hal ini disebabkan semakin banyaknya pembatasan dari sejumlah negara untuk meminimalisir meluasnya penyebaran virus corona, kondisi berarti semakin tinggi tekanan ekonomi di Eropa. Bahkan akan mempengaruhi mata uang Euro dan berdampak ke mata uang yang lain terutama terhadap mata uang dolar.
EURUSD dalam perdagangan hari ini tergelincir tajam serta bertambhanya tekanan yang menambah semakin buruknya data dalam pekan ini.
Dari sisi laporan ekonomi jumlah permintaan barang tahan lama AS memasuki bulan Agustus juah dari harapan sebesar 1.5% bergerak sebesar 0.4%. Sedangkan dari angka kinerja barang modal non pertahanan mampu melampaui jumlah target sebesar 0.5% dengan jumlah peningkatan sebesar 1.8%.
Untuk jumlah permintaan barang tahan lama berbeda dengan teransportasi yang justru jauh dari harapan yang mencapai 1.2% dengan perubahan sebesar 0.4% sedangkan untuk angka pesanan barang tahan yang tidak terkait dengan ekspektasi pertahanan mencapai 0.1% dengan jumlah perubahan sebesar 0.7%.
Mata uang USD dalam pekan kemarin bergerak naik secara tajam serangkaian hasil dari pidato ketua The Fed. Tidak ada kepastian mengenai apakah The Fed akan mempertahankan suku bunga dititik terendah dalam waktu sementara atau malah terjadi penguatan inflasi yang mencapai 2% jauh lebih banyak dari ekspektasi.
Beberapa indikator yang mempengaruhi Euro semkain tinggi kekhawatiran terkait meluasnya wabah virus corna di benua biru serta sinyal yang mengaitkan dengan pulihnya kembali di Eropa yang terlalu di besar-besarkan hingga membuat Euro terpuruk dan gagal mendapatkan keuntungan.






