Pada hari Jumat, para pejabat ECB keluar dari masa wajib dalam menutup media demi menghilangkan spekulasi yang berkembang. Ini mengisyaratkan bahwa ECB akan dipaksa untuk memotong suku bunga sebanyak enam kali pada tahun 2024.
Dengan pagi ini, Kepala Bank Sentral Perancis, Francois Villeroy, mengakui bahwa langkah berikutnya merupakan langkah dalam menurunkan suku bunga. Namun, pertama-tama ECB harus ‘menikmati pandangan tersebut’ untuk sekarang ini karena dewan gubernur merasa yakin bahwa suku bunga akan tetap berada pada tingkat sekarang ini demi sementara waktu sebelum mempertimbangkan adanya pemotongan.
Pejabat ECB Tolak Pemotongan Suku Bunga yang Agresif
Bahkan, Madis Muller dari ECB juga sependapat dengan rekannya tersebut, dalam hal ini menyatakan bahwa pasar sedikit optimis jika mereka memprediksi penurunan suku bunga pada paruh pertama tahun 2024. Dengan salah satu alasan pejabat ECB menolak penurunan suku bunga ialah karena proyeksi staf terbaru.
Sehingga hal ini langsung menunjukkan bahwa inflasi kembali mengalami peningkatan dalam jangka pendek. Bahkan hal ini bisa saja memberikan dampak berupa pasar akan melakukan pemotongan sebesar 150 basis poin (bps) untuk tahun 2024.
Untuk kondisi pasar sekarang ini memprediksi adanya kemungkinan kenaikan sebesar 50 bps pada bulan April. Tidak hanya itu saja, kemungkinan yang lebih kecil adalah adanya kenaikan sebesar 25 bps lebih awal. Ini nanti akan terjadi tepatnya pada bulan Maret tahun 2024.
Di sisi lain, inflasi masih terlalu tinggi dan pekan depan kita akan memperoleh angka inflasi terakhir untuk periode bulan November untuk UE. Di mana ini nanti kemungkinan akan memberikan gambaran berupa adanya kemajuan yang sangat menggembirakan.






