Dolar AS akhiri gerakan naik berturut-turut sepanjang dua minggu pada session perdagangan Jumat sebab data pekerjaan AS yang tunjukkan perkembangan gaji yang lebih lemah memberi dukungan harapan jika Federal Reserve peluang akan pada interval.
DXY yang mengukur kemampuan dolar AS pada perdagangan dari enam mata uang penting, penutupan turun 0,374% jadi 97,255 data MetaTrader.
Sedang pada basis mingguan, indeks dolar AS mencatatkan penurunan sebesar 0,55% dibanding dengan penutupan session minggu awalnya.
NFP AS naik 263.000 dibanding dengan harapan untuk kenaikan 181.000. Tingkat pengangguran turun 2 basis point jadi 3,6%, tapi penghasilan rata-rata /jam, elemen penting untuk mengukur inflasi, naik 0,2%, dibawah harapan beberapa ekonom untuk kenaikan 0,3%.
Beberapa analis memiliki pendapat jika elemen dari laporan bulanan bidang ketenagakerjaan AS yang bermacam itu sedikit mengubah saluran kebijaksanaan The Fed sekarang .
Data-data itu tidak memberi fakta buat Fed untuk selekasnya lakukan pengetatan , tapi data-data itu juga jelas tidak memberi dukungan masalah pelonggaran moneter.
Selain itu GBPUSD selesai naik 1,04% jadi $1,3168 sebab oposisi penting menyaratkan siap untuk bikin persetujuan Brexit dengan pemerintah sesudah hasil penentuan lokal tunjukkan pemilih mengubah suport mereka kepada pihak penting negara itu ditengah-tengah frustrasi atas kebuntuan Brexit.
Pemimpin Partai Buruh Jeremy Corbyn serta Pertama Menteri Theresa May sudah lakukan perbincangan sepanjang beberapa minggu, tapi laporan alat belakangan mengatakan ke-2 pihak masih jauh dari sampai konsensus.
EURUSD selesai naik 0,25% jadi $1,200, tapi kenaikannya dibatasi oleh ketidakpastian yang berkepanjangan mengenai apa blok perdagangan itu bisa tingkatkan pemulihan ekonomi pada paruh ke-2 tahun .
Selain itu dolar Kanada ikut memukul dolar AS hingga pasangan mata uang USDCAD penutupan turun 0,34% jadi C$1,3424 sebab loonie didorong oleh kenaikan harga minyak.
Sedang USDJPY penutupan turun 0,38% jadi ¥111,07 sebab penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS memberatkan dolar AS, menyokong safe haven yen.






