Loporan ekonomi yang launching dari AS hari ini semakin beraneka ragam, tapi tunjukkan penurunan Initial Jobless Claims selama minggu kemarin.
DXY bergerak naik 0.20 % ke posisi 97.19 saat launching data itu, mendekati pengumuman kebijaksanaan moneter bank sentra Eropa ECB.
Jika Initial Jobless Claims alami penurunan dari 233k jadi 206k, menurun dari jumlah perkiraan awal yang memprediksi penurunan sampai 226k saja.
Meskipun Continuing Jobless Claims bertambah dari 1,636k jadi 1,661k, tapi 4 mingguan Jobless Claims alami penurunan dari 228.50k jadi 224.75k.
Berita ini diterima baik oleh aktor pasar, walau indeks harga import serta export yang diterbitkan instansi berlainan tunjukkan angka yang menyedihkan.
Keseluruhannya, data-data ini mengutamakan jika keadaan ekonomi AS memang alami beberapa kemunduran, tapi tidak akut. Ada fakta untuk masih meyakini jika bank sentra AS akan meningkatkan suku bunga 1kalo kembali minggu kedepan, walau prediksi pengetatan moneter tahun kedepan masih tetap diliputi ketidakpastian.
Sampai waktu berita ini ditulis, tempat pasangan EUR/USD terdaftar -0.23 % di level 1.1342, berkenaan dengan situasi pasar menunggu pengumuman kebijaksanaan moneter bank sentra Eropa.
Butuh dicatat jika nilai tukar Dolar AS lawan Euro menggenggam berat paling besar dalam DXY, hingga pengumuman ECB bisa berimbas cukuplah berarti.
Pasangan GBP/USD bergerak naik 0.30 % ke posisi 1.2663 berkenaan dengan menyusutnya desakan pada kepemimpinan PM Theresa May.
Akan tetapi, masih tetap simpang-siurnya persetujuan Brexit adalah fakta lainnya buat pasar untuk menyusun rencana tindakan jual pada Pounds pada Dolar AS, yang dapat dipacu oleh berita apa pun dari perubahan keadaan ini.
Selain itu, AUD/USD serta NZD/USD naik karena timbulnya kepercayaan jika negosiasi dagang pada AS-China kesempatan ini akan membawa hasil.
Penyebabnya, tersebar berita jika China tengah membuat alternatif kebijaksanaan Made In China tahun 2025, salah satunya program yang sedangkan dipermasalahkan pihak AS.






