Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental BREXIT: Situasi Tidak Kondusif, PM Inggris ke Berlin

BREXIT: Situasi Tidak Kondusif, PM Inggris ke Berlin

766
0

Sesudah dengan mengagetkan menggagalkan pengambilan suara di parlemen, Perdana Menteri Inggris May pergi ke Berlin pada hari Selasa untuk mendapatkan solusi bertemu Kanselir Jerman Angela Merkel.

 

PM May berjumpa dengan Mark Rutte. Ia akan berjumpa dengan beberapa pemimpin Eropa yang lain dalam pertemuan penting Uni Eropa 13-14 Desember, Belgia.

 

Juru bicara pemerintah Jerman Steffen Seibert membetulkan, Kanselir Angela Merkel akan terima PM Inggris Theresa May atas keinginan mereka.

 

Beberapa pengamat memiliki pendapat, Theresa May mengharap akan ada banyak perbaikan kosmetik dengan kebijakan persetujuan Brexit bersama Uni Eropa, hingga ia masih tetap dapat menjualnya kepada parlemen Inggris menjadi kesuksesan.

 

Akan tetapi beberapa pemimpin Uni Eropa telah berkali-kali menyatakan, akan tidak ada negosiasi lagi tentang naskah hampir 600 halaman itu. Belum juga jelas, apakah langkah yang akan diambil Theresa May setelah itu di parlemen Inggris.

 

Sesudah sampai persetujuan dengan Uni Eropa melalui perundingan yang semakin sulit pemecahannya bulan kemarin, Theresa May di Inggris malah mendapatkan cemoohan.

 

Dari partai oposisi menampik persetujuan itu sebab memiliki pendapat Inggris yang akan ambil jarak dari Uni Eropa serta ini tidak baik buat perekonomian.

 

Sedangkan partai dalam konsolidasi pemerintahan ikut menampik sebab menganggp persetujuan itu tidak betul-betul menghindari Inggris dari uni Eropa seperti yang mereka kehendaki.

 

Yang paling utama dari partai Irlandia DUP, yang ada pada konsolidasi Theresa May, meneror menampik persetujuan itu. Sesaat beberapa puluh anggota dewan bersama partainya sendiri, partai Konservatif, ikut mengatakan menampik.

 

Itu penyebabnya Theresa May Senin 10/11 mendadak menginformasikan pengurungan pemungutan suara di parlemen, yang semula diskedulkan untuk hari Selasa 11/12.

 

Tidaklah sampai empat bulan kembali, Inggris akan tinggalkan Uni Eropa, persisnya tanggal 29 Maret 2019. Yang saat ini jadi fokus utama, bagaimana Inggris memutusan untuk keluar dari persemakmuran ini. Apa dengan persetujuan, atau tiada persetujuan, pilihan yang seringkali dimaksud No-Deal.

 

Yang sangat di kuatirkan dunia usaha ialah modus No-Deal, sebab hal tersebut dapat menyebabkan kericuhan besar. Sebab tidak jelas, apakah yang akan berlangsung.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses