
DXY bertambah 0.2 % di posisi 96.63 dalam perdagangan session pertama saat perayaan tahun baru 2/1, masih dibebani oleh tingginya ketertarikan pasar menyongsong gagasan penandatanganan persetujuan dagang AS dengan China.
Greenback terlihat mulai kuat kembali versi asset beresiko tambah tinggi seperti Dolar Australia serta Euro, tapi masih tersebar dekat rekor paling rendah semenjak pertengahan tahun 2019.
Di hari paling akhir tahun 2019, Presiden AS Donald Trump menginformasikan jika dia akan tanda-tangani persetujuan dagang AS-China fase-1 pada tanggal 15 Januari akan datang.
Berita itu direspons hangat oleh beberapa golongan, baik investor atau beberapa ekonom serta politikus.
Instansi supranasional International Monetary Fund IMF serta menjelaskan jika tercapainya satu persetujuan yang menurunkan kemelut AS-China, dapat menggerakkan mereka tingkatkan forecast perkembangan global untuk tahun 2020.
Saya akan tanda-tangani Persetujuan Dagang Babak Satu yang besar sekali serta mendalam dengan China pada 15 Januari. Upacara akan diselenggarakan di Gedung Putih. Perwakilan tingkat tinggi China akan ada.
Di masa datang, saya akan pergi ke Beijing dimana perundingan akan diawali untuk Babak Dua! demikian diuraikan oleh Trump lewat account Twitter-nya.
Di lain sisi, signal perdamaian AS-China malah menggerakkan depresiasi Dolar AS, sebab keinginan aset-aste safe haven menyusut. Beberapa ahli memandang outlook Dolar AS akan suram selama satu tahun ke depan.
Outlook perkembangan global yang lebih baik serta tingginya keadaan likuiditas Dolar sudah lemahkan USD, kata Elias Haddad, satu orang ahli mata uan senior di CBA, sebagaiman diambil oleh Reuters.
Sambungnya, Secara spesial, settingi kebijaksanaan moneter/fiskal global selalu akomodatif di tahun 2020 serta perlambatan ekonomi China mulai stabil.
Pagi hari ini, Caixin memberikan laporan jika data Purchasing Managers’ Index PMI untuk bidang manufaktur China alami revisi tipis dari 51.8 jadi 51.5 pada bulan Desember 2019.
Data itu menggerakkan Dolar AS menggeliat pada bermacam mata uang lain, tapi belum dapat menariknya keluar dari posisi rendah.
Masalahnya aktor pasar memandang penurunan data PMI Caixin hanya koalisi saja, bukanlah pelemahan yang berbentuk permanen.






