Index dollar AS DXY melejit dekati rekor paling rendah satu bulan dalam awal perdagangan minggu ini.
Waktu informasi dicatat di awal sesion Eropa 20/1, index dollar AS menempati pada range 90.78. Greenback mulai menurun pada mata uang-mata uang komoditi, tapi masih didukung oleh nuansa wait-and-see mendekati pengukuhan Presiden AS Dipilih Joe Biden di hari Rabu esok.
Dollar Reli Awalnya Minggu Mendekati Pengukuhan Joe Biden
Beberapa faksi mencemaskan akan berlangsungnya kekacauan pada beberapa detik akhir mendekati pengukuhan Joe Biden.
Walau Presiden AS Donald Trump sudah menyarankan supaya massa berlaku nyaman. Pemerintahan mempererat penyelamatan dan pemantauan di Washington DC, terutamanya kompleks Capitol.
FBI memeringatkan akan berlangsung gelombang demo oleh massa pro-Trump di ibukota-ibukota negara sisi se-Amerika Serikat.
Dengan bercermin pada penyerangan Capitol awalnya bulan ini, ada peluang pengunjuk rasa bawa senjata api dan demo berbeda gaduh atau diwarnai kekerasan.
Aktor pasar tengah menunggu dengar opini dengan calon Menteri Keuangan AS yang baru, Janet Yellen, hari Selasa ini.
Si bekas Ketua The Fed yang kemungkinan jadi Menteri Keuangan Wanita perdana di AS ini diprediksi akan menjelaskan faksinya tidak inginkan mata uang yang lebih kurang kuat untuk mendapatkan daya saing lebih baik.
Jika dia betul-betul mengungkapkannya, bermakna ini akan mengidentifikasi kembalinya bentuk peraturan kurs AS yang lebih tradisionil sesudah zaman kepimpinan awalnya diwarnai oleh kemarahan Trump pada pengokohan dollar AS.
Status dollar AS akhir-akhir ini terdukung oleh pelepasan status short oleh hedge funds. Data CFTC memperlihatkan aksi pelepasan status short netto paling besar semenjak Mei 2011 sepanjang masa seminggu yang usai tanggal 12 Januari.
Meskipun begitu, sebagian besar riset masih memprediksi nilai tukar dollar AS untuk meneruskan pelemahannya sepanjang tahun 2021 ini.
Kim Mundy dari Commonwealth Bank of Australia mengutarakan dalam catatan yang diambil oleh Reuters jika pembaruan outlook ekonomi dengan berbelanja pajak yang bertambah dan vaksinasi yang terakselerasi, bersama-sama dengan peraturan moneter yang ultra-longgar, akan merintangi usaha reli dollar AS yang lebih berkepanjangan.






