Pasangan AUD/USD berhasil memiliki kekuatan lebih berdasarkan 0.5 % ke kisaran 0.6576 pada perdagangan hari ini 3/3, sesudah bank sentral Australia RBA rilis pengurangan suku bunga mencapai 25 basis poin.
Aussie melonjak lebih dari 0.3 % terhadap mata uang Dolar Kiwi ke posisi 1.0482. Dampak dari pengurangan suku bunga RBA kali ini berbeda menurut biasanya, karena syarat pasar yang juga cenderung abnormal akibat tingginya kewaspadaan terhadap potensi dampak wabah virus Corona.
Dalam pengumuman tadi pagi, RBA menejlaskan pengurangan suku bunga berdasarkan 0.75 % menjadi 0.5 % demi mensuport perekonomian domestik dalam merespons wabah virus Corona.
Bank sentral bersama Philip Lowe tersebut juga menaruh isyarat akan mengurangi suku bunga lagi pada beberapa bulan yang akan laporanng.
Menurut RBA, endemi telah membebani outlook ekonomi menyeluruh jangka pendek. Pertumbuhan GDP domestik buat kuartal dalam tahun ini pun diprediksi akan meleset menurut harapan.
Virus Corona di luar negeri memiliki pengaruh signifikan buat perekonomian Australia ketika ini, khususnya di sektor edukasi dan travel.
Ketidakpastian akibat munculnya informasi tentang virus, kemungkinan besar juga akan memberikan pengaruh belanja domestik.
Hasilnya, pertumbuhan GDP pada kuartal Maret kemungkinan lebih lemah dibandingkan perkiraan awal, papar Gubernur RBA Philip Lowe.
Lazimnya, kurs mata uang melemah seusai pemangkasna suku bunga. Akan tetapi, keputusan RBA ini justru memicu kekuatan.
Pasalnya, skala pengurangan telah diprediksi lebih kecil oleh aktor pasar. Beberapa trader bahkan sudah mengantisipasi terkait pengurangan 50 basis poin.
Sementara itu, negara dengan mata uang mayor lain diprediksi akan segera bersama RBA. Dolar Australia menguat terhadap Dolar AS, kemungkinan dibantu oleh sentimen membaik secara luas.
Paradoksnya, meski RBA mengurangi suku bunga dan diprediksi bakal melakukannya lagi, Aussie gup menikmati sejumlah kekuatan sekarang atas harapan bahwa bank-bank sentral sebagai teladan dalam mencegah resesi dunia, tegas Charalambos Pissouros, seseorang analis pasar senior di JFD Group.
Hari ini, bank sentral Inggris dan Eropa yang juga rilis akan melakukan pelonggaran moneter pada waktu dekat. Bank sentral AS Federal Reserve yang diprediksi akan menjalankan pengurangan suku bunga lagi.






