Index dollar AS DXY naik lebih dari 0.3 % ke range 90.64 dalam perdagangan sesion London ini hari 17/2 berkenaan dengan peningkatan yield obligasi pemerintahan AS.
Greenback langsung melumpuhkan mata uang mayor yang lain. EUR/USD menurun seputar 0.35 % ke range 1.2060, GBP/USD jatuh lebih dari 0.30 % ke range 1.3860-an.
Yield obligasi US Treasury bertenor 10-tahunan melesat dari 1.20% di akhir minggu kemarin jadi setinggi 1.333% dalam perdagangan tempo hari. Ini berperan naikkan kurs dollar AS pada bermacam mata uang lain.
Gerakan naik dalam yield sudah dilakukan oleh peningkatan kecemasan mengenai inflasi di tengah-tengah bertambahnya harga energi bersama-sama dengan prospect stimulan pajak AS yang besar dan pemulihan global masuk step lebih kompak karena distribusi vaksin menggerakkan pembukaan rutinitas ekonomi, kata Rodrigo Catril.
USD/JPY, pasangan mata uang yang paling peka pada yield obligasi AS, bahkan juga cetak rekor paling tinggi dari sejak sejak September 2020 pada posisi 106.226. Walau tempatnya sekarang telah lengser dari posisi kunci itu, USD/JPY masih menempati dekat posisi paling tinggi.
Saya anggap trend pengurangan dollar usai sudah. Di awal tahun, beberapa spekulan bertaruh pada keruntuhan dollar ke bawah 100 yen.
Mereka kelihatannya telah meremehkan penglihatan semacam itu saat ini, kata Yukio Ishizuki, ahli taktik senior dari Daiwa Securities.
Data dari pasar pilihan memperlihatkan pilihan call dollar periode pendek sudah jadi lebih mahal dibanding pilihan put dollar yang memercayakan pengokohan mata uang lain padanya.
Spread seminggu sekarang memberikan keuntungan status call dollar untuk pertamanya kali pada hampir lima tahun akhir.
Bila orang menduga yield AS akan naik selanjutnya, kita dapat melihat peningkatan semakin banyak dalam dollar, kata Jun Arachi, ahli taktik mata uang dari Rakuten Securities.
Saya anggap perdagangan ini dapat berlajut sampai paket stimulan pemerintah Biden efisien, kemungkinan di Maret, di mana beberapa orang mulai bisa melepaskan taruhan mereka untuk ‘sell on fact’.
Lepas dari bermacam pendapat itu, outlook ekonomi global yang lebih ceria masih menyokong mata uang-mata uang beresiko semakin tinggi.
Gerakan pasar selanjutnya peluang akan ditetapkan oleh launching data pemasaran retail AS malam nanti.






