Dollar AS dalam perdagangan semakin tinggi pada perdagangan awal Eropa Selasa, dengan Federasi Reserve dilihat ambil sikap yang lebih liberal untuk imbal hasil obligasi yang semakin tinggi dibanding beberapa rekannya.
Index Dolar, yang mencari greenback pada enam mata uang yang lain, naik 0,3% pada 91,290, capai posisi paling tinggi tiga minggu.
EURUSD mengalami penurunan 0,3% jadi 1,2010, GBPUSD mengalami penurunan 0,3% jadi 1,3885, sementara USDJPY naik 0,1% pada 106,84.
AUDUSD yang peka pada resiko mengalami penurunan 0,3% jadi 0,7750, sesudah Reserve Bank of Australia kembali memiliki komitmen untuk menjaga suku bunga pada status paling rendah dalam riwayat.
NZD USD mengalami penurunan 0,5% jadi 0,7224, sedang USDCAD naik 0,3% jadi 1,2684.
Pasar mata uang belakangan ini ambil kode dari pasar obligasi global, dan sementara imbal hasil Treasury sudah memantapkan dollar AS.
Menggerakkan semakin tinggi di tengah-tengah harapan jika Fed akan memperlihatkan toleransi yang semakin besar dari imbal hasil obligasi yang semakin tinggi dibanding bank sentra yang lain.
Ketua Fed Jerome Powell belakangan ini coba kurangi harapan pengetatan awalnya, menjelaskan bank sentra akan menyaksikan lewat kenaikan inflasi periode pendek. Ia akan bicara kembali di akhir pekan.
Disamping itu, Presiden Fed Richmond Thomas Barkin memperkecil volatilitas pasar Treasury belakangan ini, dalam pengakuannya yang perkuat pesan jika bank sentra AS belum terusik oleh peningkatan imbal hasil.
Tetapi, Bank Sentra Eropa sudah ambil sikap yang lain, dengan petinggi ECB mengatakan kedukaan mengenai peningkatan imbal hasil obligasi belakangan ini.
Presiden Christine Lagarde menjelaskan bank sentra akan menahan peningkatan prematur dalam ongkos utang untuk perusahaan dan rumah tangga, sementara François Villeroy de Galhau, Gubernur Bank Prancis, menjelaskan beberapa peningkatan imbal hasil obligasi belakangan ini tidak berargumen.
Euro menanggung derita pada Selasa dari pemasaran retail Jerman yang kurang kuat karena kuncian Covid-19 dan penarikan pemangkasan sementara pajak pemasaran menghajar berbelanja customer di ekonomi paling besar Eropa.
Pemasaran retail mengalami penurunan 4,5% di bulan itu secara riil sesudah dikoreksi naik 9,1% di bulan Desember.
Walau ada teror ECB untuk mengalami penurunankan suku bunga, kami masih memprediksi EURUSD akan mendesak 1,25 panas musim ini dan kemungkinan tembus di atasnya di tengah-tengah perkembangan global yang luas sampai tahun akhir. kata riset di ING, dalam catatan riset.






