Beranda Tak Berkategori Dollar AS Melembek Saat Launching Data Building Permits

Dollar AS Melembek Saat Launching Data Building Permits

790
0

Index dollar AS DXY ketekan pada waktu paling rendah dua minggu dalam perdagangan sesion Asia hari Rabu ini 17/10/2021, susul launching beberapa data ekonomi AS yang menyebalkan dari sejak pembukaan hari Senin.

DXY terduduk pada range 93.70-an, sementara mata uang-mata uang pesaing greenback malah meneruskan rebound semasing.

Dollar AS awalannya terpukul sehabis launching data produksi industri dan manufacturing AS pada hari Senin.

Produksi industri melorot 1.3 % Month-over-Month di bulan September 2021, sementara produksi manufacturing jatuh 0.7 %.

Ke-2 nya sama melenceng dari harapan pasar karena masalah rantai suplai dan kelangkaan semukonduktor.

Beberapa data pabrikasi AS untuk masa Agustus 2021 dikoreksi dari perkembangan bulanan positif jadi negatif.

Pada hari Selasa, data pembangunan perumahan AS secara mengagetkan ambles.

Building Permits terdaftar minus 7.7 % Month-over-Month di bulan September 2021, sementara Housing Starts terdaftar minus 1.6 % dalam masa yang serupa.

Menurut faksi berkuasa, pengurangan terjadi karena kelangkaan bahan baku dan karyawan.

Serangkaian data itu jadi memperburuk harapan pasar pada kemajuan ekonomi AS. Ada pertaruhan jika perkembangan akan melamban secara berarti pada kwartal ke-3 2021.

Presiden Federasi Reserve Richmond, Thomas Barkin, kemarin menyentuh permasalahan itu.

Dia menjelaskan jika kekurangan karyawan kemungkinan berjalan semakin lama dibandingkankan wabah virus Corona dan batasi kemajuan ekonomi, terkecuali bila AS bisa hasilkan peraturan pembelajaran.

Kesehatan, dan perawatan anak yang lebih bagus untuk tingkatkan banyaknya orang yang siap dan sanggup untuk bekerja.

Dalam pada itu, yield obligasi US Treasury sebetulnya relatif konstan dekat waktu paling tingginya.

Tetapi, yield untuk beberapa mata uang lain mengalami peningkatan cepat -khususnya yield obligasi berdenominasi pound sterling dan dollar New Zealand.

Beberapa petinggi hebat bank sentra Inggris akhir-akhir ini beramai-ramai mewacanakan peningkatan suku bunga, hingga menggerakkan peningkatan GBP/USD ke tingkat paling tinggi satu bulan.

Dan bank sentra New Zealand RBNZ sudah meningkatkan suku bunga di awal bulan ini dan diprediksi akan melakukan rate hike tambahan seringkali kembali sepanjang bulan-bulan kedepan.

Prospect suku bunga yang semakin tinggi dalam mata uang-mata uang mayor itu kurangi daya magnet USD. Beberapa riset memprediksi ada kemampuan revisi teknikal dalam pengurangan greenback sekarang ini.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses