Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Dolar Terus Naik  Karena Imbal Hasil Semaki Tinggi

Dolar Terus Naik  Karena Imbal Hasil Semaki Tinggi

450
0

US Dollar terapresiasi pada sejumlah besar pesaing intinya, karena imbal hasil Treasury AS meneruskan peningkatan mereka.

Investor percaya diri susul informasi akhir minggu berkaitan kesepakatan RUU Presiden AS Joe Biden mengenai kontribusi stimulan.

Senat menetapkannya dengan beberapa pengubahan, dan DPR diinginkan untuk memberi suara di hari Selasa ini.

US Dollar terapresiasi pada sejumlah besar saingan intinya, karena imbal hasil Treasury AS meneruskan peningkatan mereka dan bergerak di kisaran paling tinggi belakangan ini mendekati pembukaan Wall Street.

Investor percaya diri susul informasi akhir minggu berkaitan kesepakatan RUU Presiden AS Joe Biden mengenai kontribusi stimulan. Senat menetapkannya dengan beberapa pengubahan, dan DPR diinginkan untuk memberi suara di hari Selasa ini.

Pasangan EUR/USD jatuh ke paling rendah baru 2021 di 1,1845, diperjualbelikan di dekatnya mendekati pembukaan Asia. Pasangan AUD/USD mengalami penurunan dalam range, sementara USD/JPY bergerak di kisaran 109,00.

Gubernur Bank of England Andrew Bailey berperan serta dalam seminar-online mengenai prospek ekonomi, tapi ucapannya tidak berpengaruh di harga pound.

Bailey menjelaskan jika prospeknya positif tapi dengan jumlah besar realisme kehati-hatian, menambah jika ketidakjelasan diprediksi akan jadi berlanjut, tapi Bank of England akan memberi support.

Mengenai inflasi, Bailey menjelaskan jika dia menginginkannya untuk naik dalam kurun waktu singkat- istilah. Inggris kembali membuka sekolah Senin ini, langkah awal untuk longgarkan limitasi.

Federal Reserve AS umumkan akan perpanjang Sarana Likuiditas Program Perlindungan Upah, atau PPF, sepanjang 3 bulan sampai 30 Juni 2021.

Emas perpanjang pengurangannya yang akhiri hari di zona merah dekat paling rendah baru multi-bulan di $ 1.676,73 per troy ounce. Harga minyak mentah mengalami penurunan juga, dengan WTI tinggal di $ 64,90 per barel.

Dow Jones Industrial Average capai rekor paling tinggi baru, S&P kuat, tapi Nasdaq ditutup di zone merah.

Pusat Pengaturan dan Penjagaan Penyakit AS menjelaskan jika orang yang divaksinasi penuh tidak membutuhkan masker atau jarak sosial saat berjumpa dalam ruang sama mereka yang beresiko rendah untuk COVID-19.

AS sudah memvaksinasi seputar 18% dari komunitasnya. Israel pimpin, dengan 54,6% dituruti oleh Inggris yang capai 33% dari warganya yang divaksinasi.

Penjuru dunia, terhitung UE, terus berusaha menangani kekurangan vaksin. Menurut Bloomberg, lebih dari 306 juta sudah diberi secara global.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses