Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Dolar Naik Berdasarkan Komentar The Fed

Dolar Naik Berdasarkan Komentar The Fed

457
0
Petugas menata tumpukan uang dolar AS di Cash Center Bank Mandiri, Jakarta, Rabu (18/4). Bank Indonesia mencatat total utang luar negeri Indonesia per Februari 2018 berada pada posisi 356,23 miliar dolar AS atau naik 9,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang terdiri atas utang pemerintah dan bank sentral sebesar 181,4 miliar dolar AS dan utang swasta sebesar 174,8 miliar dolar AS. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/ama/18.

Dolar naik menyentuh tititk tertinggi dalam dua tahun terakhir pada hari Selasa setelah komentar hawkish dari Kantor Federal Reserve yang menyatakan bahwa akan mendorong untuk percepatan pengurangan beban apada neraca Bank Sentral.

Dimana salah satu pengambil kebijakan mengatakan  bahwa berada pada posisi siap untuk kenaikan suku bunga sebesar 50 basis poin.

Gubernur Fed Lael Brainard yang biasanya merupakana pengambil kebijakan Fed yang dovish mengatakan pada Selasa ini bahwa Ia mengharapkan peningkatan suku bunga secara berkala dan pengurangan beban neraca secara cepat sebesar 9 Milyar Dolar untuk mengeluarkan kebijakan keuangan yang lebih “berada pada posisi netral” di akhir tahun. Pengetatan lainnnya akan muncul jika diperlukan.

Presiden Fed Kansas City Eshter George juga menambahkan bahwa Ia mendukung percepatan penyeimbangan neraca The Fed dan juga mengatakan jikalau kenaikan suku bunga basis 50 poin harus dipertimbangkan.

Dolar naik 0,7% melawan Yen menjadi 123,63 setelah sebelumnya menyentuh angka tertinggi selama seminggu dengan angka 123,66. Pada Maret 28, Dolar melaju hingga 125,105 Yen, tertinggi sejak Agustus 2015.

Tidak seperti Dolar, Euro mengalami kesulitan

Di sisi lain, Euro mengalami kesulitan terkait hasil dari pemilihan umum Prancis. Euro turun 0,6% ke 1,0901 per Dolar dan menyentuh titik terendah pada 14 Maret di angka 1,09 per Dolar. Pada awal pekan Euro sempat naik pada titik tertinggi bulanan yang disebabkan optimisme berakhirnya perang Ukraina pada angka 1,1185 per Dolar.

Presiden Emmanuel Macron masih unggul dalam poling namun rival politiknya dari sayap kanan Marine Le Pen telah menipiskan jarak dan pada hari Senin mencatatkan kemenangan dengan margin error, menenangnkan investor terkait babak pertama pemilihan umum Prancis.

Kondisi Euro juga terkait kondisi sanksi yang akan diberikan kepada Rusia terkait aksi tentara mereka yang menewaskan masyarakat sipildi Ukraina. Semakin besar dampak pada pasar energi, maka semakin besar pula dampak untuk Euro.

USD/JPY naik 0,3% ke 123,91, menuju kembali ke bulan Maret yang hampir mencapai puncak dalam tujuh tahun terakhir sebesar 125,10, dengan jarak yang semakin membesar antara suku bunga Amerika serikat dan Jepang memberi tekanan kepada Yen.

GBP/USD turun 0,1% ke 1,36062 sementara AUD/USD tetap berada pada 0,7580, menjaga kekuatannya sejak Selasa setelah Bank of Australia mengumumkan akan segera menaikkan suku bunga acuannya.

 

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses