Dolar melemah pada mata uang paling utama lainnya pada hari Jumat, dikarenakan rilis laporan ekonomi AS yang mengecewakan serta kekhawatiran yang selalu berlanjut tentang peristiwa politik AS beberapa waktu terakhir mengurangi permintaan untuk greenback.
EUR/USD bergerak naik 0,56% ke 1,0924 sesudah Departemen Perdagangan AS mengatakan kalau penjualan ritel naik 0,4% di bulan April, dibawah ekspektasi kenaikan 0,6%. Penjualan ritel inti, yang mengecualikan mobil, bertambah sebesar 0,3% bulan lalu, dibanding dengan ekspektasi kenaikan 0, 5%.
Satu laporan terpisah tunjukkan kalau indeks harga customer AS naik 0,2% di bulan. April, searah dengan ekspektasi serta dibanding dengan penurunan 0,3% di bulan sebelumnya. Dari tahun ke tahun, harga konsumen bertambah 2,2% bulan lalu, dibawah perkiraan kenaikan 2,3%.
Core CPI, yang tidak termasuk juga makanan serta energi, naik 0,1% di bulan April, yang kurang dari kenaikan 0,2% yang diinginkan. Investor meremehkan laporan awal dari University of Michigan yang mengatakan kalau indeks sentimen customer naik jadi 97,7 di bulan April dari 97,0 di bulan terlebih dulu. Analis memprediksi pembacaan itu masih tak beralih bulan lalu.
Pasar juga masih tetap gelisah mulai sejak ketentuan Presiden AS Donald Trump yang tidak terduga untuk memecat Direktur FBI James Comey.
Investor cemas momen paling akhir di Washington bisa menghalangi kekuatan pemerintah AS untuk mengaplikasikan reformasi pajak yang dijanjikan serta beberapa langkah stimulus. Ditempat lain, GBP/USD sedikit beralih pada 1,2889, dari level terendah 1 minggu di 1,2845 yang diraih di session sebelumnya.
USD/JPY menurun 0,47% jadi 113,34, menarik lebih jauh ketinggian dua bulan di hari Kamis di 114,39, sesaat USD/CHF turun 0,38% jadi 1,0041. Dolar Australia tetaplah menguat, dengan AUD/USD naik 0,19% pada 0,7392, sesaat NZD/USD bertahan stabil di 0,6848. Disamping itu, USD/CAD naik tipis 0,18% jadi diperdagangkan di 1,3722 dikarenakan penurunan harga minyak yang membebani keinginan loonie berkaitan komoditas.
Indeks dolar AS, yang mengukur kemampuan greenback pada sekeranjang perdagangan enam mata uang utama, turun 0,42% pada 99,12, paling rendah mulai sejak 9 Mei.






