Pasangan mata uang NZD/USD roboh hampir 2 % ke range 0.7035 pada tengah sesion Eropa ini hari 23/3/2021. Dolar Kiwi roboh hampir 1 % versi mata uang negeri jirannya, Dolar Australia, karena reformasi pajak property New Zealand yang barusan dipublikasikan barusan pagi.
Pemerintahan New Zealand memaparkan beberapa pengubahan ketentuan yang diperuntukkan untuk mendinginkan keadaan pasar perumahan di negeri dua pulau itu.
Beberapa ketentuan itu diantaranya pemberhentian pembebasan pajak pada pembayaran bunga hipotek dan ekstensi bright-line tes untuk masukkan lebih beberapa rumah dalam kelompok subyek pajak capital gain.
Keputusan ini lebih berani dari prediksi dan peluang mendinginkan pasar perumahan New Zealand yang menghangat, kata Joseph Capurso dari Commonwealth Bank of Australia CBA.
Pasar perumahan New Zealand yang menghangat awalnya diprediksi akan memaksakan bank sentra New Zealand RBNZ untuk lakukan interferensi dengan meningkatkan suku bunga atau mengetatkan instrumen peraturan moneter lain.
Tetapi peningkatan suku bunga mempunyai potensi membuat NZ tidak bersaing kembali dengan beberapa bank sentra global yang lain sedang solid mengaplikasikan suku bunga super rendah.
Dengan cara tegas pemerintahan New Zealand untuk mendinginkan pasar perumahan ini, RBNZ tidak akan kembali dipaksa untuk selekasnya meningkatkan suku bunga.
Bank sentra bisa juga menjaga suku bunga rendah dalam waktu semakin lama tanpa mencemaskan efeknya untuk pasar property.
Prospect ini lah yang menyebabkan keruntuhan dolar New Zealand selekasnya sesudah pembongkaran peraturan property dipublikasikan.
Sentimen pasar pada dolar New Zealand sesungguhnya mulai lebih buruk semenjak minggu kemarin, karena data GDP Kuartal IV/2020 yang melorot 1 % secara tidak tersangka.
Aktor pasar mensinyalir keadaan ekonomi New Zealand tidak setangguh harapan awalnya. Ini memberikan dukungan prospect suku bunga rendah juga.
Harapan pasar untuk peningkatan suku bunga RBNZ telah terlampau agresif sebelumnya, kata David Croy, Ahli Taktik Senior ANZ.
Ini peluang membuat resiko peningkatan suku bunga menghilang dalam periode pendek, yang pada akhirnya akan memberatkan NZD, meredamnya di bawah, dan pertajam kurva.






