Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Dolar Kembali Menguat

Dolar Kembali Menguat

805
0
Analisa Teknikal Scalping Pair AUDUSD Hari Ini

Departemen Perdagangan AS pada hari Jumat kemarin telah merilis data Second Realease GDP yang direvisi bergerak naik melampaui data GDP First Realease. Walau bertambah, tetapi rilis data GDP AS membukukan kinerja lebih lambat ditengah keadaan perbaikan pasar tenaga kerja yang ada dekat Full Employment.

GDP AS yang disebut Second Realease kuartal pertama mencatatkan kenaikan 1.2%, melampaui kenaikan 0.7% (GDP First Realease). Disamping itu forecast ekonom dari keterangan polling Reuters sebelumnya memperkirakan ekonomi AS tumbuh 0.9%. Dengan hal tersebut data Gross Domestic Product Negeri Paman Sam yang rilis malam ini tambah baik dari harapan pasar.

Apabila dibanding dengan tahun lalu, jadi GDP Second Realease kuartal pertama tahun 2017 masih tetap lebih lemah. Revisi naik dikarenakan oleh karena ada penambahan bidang belanja rumah tangga AS dalam beberapa bulan paling akhir, tetapi Inventory Investment mencatatkan penurunan.

Pukulan Telak Untuk Presiden Trump

Kemampuan GDP yang lemah di kuartal pertama tahun 2017 seakan jadi pukulan telak untuk Trump dalam wujudkan gagasan ambisius-nya sesudah jadi orang nomor satu di AS. Trump pernah sesumbar kalau beliau bakal mengenjot perekonomian tahunan meraih angka 4 %, walau selanjutnya administrasi Trump lihat angka 3 % lebih realistis.

Bahkan juga administrasi Trump juga merencanakan mengol-kan gagasan pemangkasan pajak untuk perusahaan dengan maksud supaya sasaran GDP tahunan 3 % bisa terwujud. Tetapi lagi lagi, ekonom terasa skeptis ditengah lemahnya produktivitas pekerja serta kurangnya tenaga kerja trampil di sebagian negara bagian.

Launching GDP Second Perkiraan seperti yang launching malam ini naik tetapi tak demikian mengembirakan, tetapi bagaimanapun launching kuartal pertama belum dapat mengambarkan keseluruhannya keadaan perekonomian AS dikarenakan masih tetap ada launching GDP Final serta kuartal setelah itu.

Dollar Berupaya Pangkas Kerugian

Seperti yang di ketahui kalau Greenback sudah tertekan mulai sejak beberapa hari paling akhir versus beragam major currency. Pasca launching dat GDP yang melalui ekspektasi mendorong Dollar AS untuk memotong kerugian pada Euro, di mana pada pukul 20:13 WIB pair EUR/USD ada di level 1.1164 atau berupaya menjauhi level paling tinggi harian 1.1234.

Disamping itu Sterling tampak melemah yang dikarenakan oleh meredupnya elektabilitas Theresa May mendekati pemilu awal Inggris bulan Juni yang akan datang. Pair GBP/USD diperdagangkan pada level 1. 2816 serta USD/JPY ada di level 111. 23

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses