Pasangan USD/CAD sudah sempat kuat dalam perdagangan hari Kamis 14/2, tapi langsung anjlok seputar 0.5 % ke posisi 1.3310 sesudah launching data penjualan manufaktur Kanada di awal session New York. Terhentinya reli harga minyak mentah type WTI pun ikut memberatkan mata uang berjuluk Loonie ini.
Pada session Asia, Dolar Kanada sudah sempat mencatat rekor terkuatnya dalam satu pekan. Gerakan itu di dukung oleh reli harga minyak saat dua hari berturut-turut dan meningkatnya minat resiko pasar sebab berita positif tentang negosiasi dagang AS-China.
Akan tetapi, kenaikan dipatahkan oleh launching data penjualan manufaktur serta indeks harga perumahan. Menurut tubuh statistik Kanada, penjualan manufaktur Manufacturing Sales anjlok sebesar 1.3 % MoM pada bulan Desember, sedang data November direvisi turun jadi -1.7 %.
Walau sebenarnya, pasar awalannya menginginkan data bulan Desember bertambah sebesar 0.3 %. Laporan indeks harga perumahan baru New Housing Price Index pun kembali stagnan pada bulan Desember.
Dengan begitu, indeks ini sudah genap tumbuh 0 % saat tiga bulan berturut-turut; mensinyalkan perlambatan keinginan domestik.
Selain itu, reli harga minyak mentah berhenti karena buruknya laporan inventori Amerika Serikat. Menurut US Energy Information Administration, inventori minyak mentah bertambah dari 1.26 juta barel jadi 3.63 juta barel saat minggu lalu, meleset dari harapan yang dibanderol pada 2.67 juta barel.
Konsekuensinya, harga minyak type WTI anjlok 0.6 % ke posisi USD53.55, walau Brent masih tetap naik 0.30 % pada posisi USD63.90 per barel. Laporan inventori AS itu berimbas jelek pada Dolar Kanada dari dua bagian.
Pertama, membengkaknya persediaan di tangki-tangki penyimpanan minyak AS bermakna mensinyalkan penurunan keinginan BBM di negara tujuan export minyak penting Kanada itu. Ke-2, penurunan harga minyak mentah WTI mengisyaratkan penurunan penghasilan buat industri migas serta beberapa provinsi penghasil migas di Kanada.
Dalam tempo hampir bertepatan dengan launching data penjualan manufaktur Kanada, Amerika Serikat pun menerbitkan data penjualan ritel yang terbenam lebih dalam dari harapan. Akan tetapi, lepas dari penurunan indeks Dolar AS DXY saat launching data itu, nampaknya aktor pasar masih tetap melihat Dolar Kanada lebih wajar jual.





