idnfx (28/01/2026) – Pasar forex hari ini dipenuhi oleh volatilitas ekstrem pada Dolar AS (USD). Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang mata uang utama, mengalami tekanan jual masif pada perdagangan hari Rabu, 28 Januari 2026.
DXY telah menembus level psikologis penting di 97.00 dan kini diperdagangkan di kisaran 96.11, level terendah yang tidak terlihat sejak Februari 2022.
Badai Fundamental: Mengapa USD Hancur Hari Ini?
Kejatuhan Dolar AS hari ini bukanlah kebetulan teknikal semata, melainkan hasil dari kombinasi tiga sentimen fundamental berisiko tinggi (high-impact news) yang menghantam pasar secara bersamaan.
Komentar Presiden Trump: “Nyaman dengan Dolar Lemah”
Pemicu utama penurunan drastis hari ini adalah pernyataan mengejutkan dari Presiden AS, Donald Trump. Dalam pidato terbarunya, Trump secara eksplisit menyatakan bahwa ia “tidak khawatir” dengan penurunan mata uang baru-baru ini.
Lebih jauh, pasar menafsirkan komentarnya sebagai sinyal bahwa pemerintah AS saat ini justru mendukung dolar yang lebih lemah untuk meningkatkan daya saing ekspor Amerika Serikat di kancah global. Pernyataan ini langsung meruntuhkan bullish sentiment yang tersisa, karena pedagang menyadari bahwa pemerintah tidak akan melakukan intervensi untuk menahan kejatuhan nilai tukar.
Ketidakpastian Kebijakan The Fed (FOMC)
Hari ini, Rabu (28/01), pasar juga sedang menahan napas menunggu keputusan suku bunga dari Federal Reserve. Meskipun konsensus pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga (tahan), fokus utama investor tertuju pada panduan kebijakan (forward guidance).
Data ekonomi AS yang melambat—termasuk klaim pengangguran dan data manufaktur yang mengecewakan di awal Januari—membuat pasar memprice-in ekspektasi bahwa The Fed akan memberikan sinyal dovish (lunak) untuk pemangkasan suku bunga lebih cepat. Ketakutan bahwa The Fed akan menyerah pada tekanan ekonomi dan memangkas bunga lebih agresif di tahun 2026 membuat imbal hasil obligasi AS (US Treasury Yields) turun, menyeret DXY bersamanya.
Spekulasi Intervensi Gabungan AS-Jepang
Tekanan tambahan datang dari rumor pasar mengenai kemungkinan intervensi mata uang bersama antara otoritas AS dan Jepang. Yen Jepang (JPY) yang sebelumnya tertekan hebat, tiba-tiba menguat tajam. Pelaku pasar berspekulasi bahwa pelemahan dolar ini “dibiarkan” atau bahkan “dikoordinasikan” untuk mencegah krisis mata uang di Asia, yang semakin memperburuk posisi tawar USD di pasar spot.
Struktur Pasar Rusak Parah
Timeframe Harian

- Bearish Engulfing: Grafik harian menunjukkan candle merah raksasa (Marubozu) yang menelan pergerakan harga beberapa hari sebelumnya. Ini adalah sinyal momentum bearish yang sangat kuat.
- Support Breakdown: Harga telah menembus support kunci di level 97.00 dan 96.50 tanpa perlawanan berarti. Area yang sebelumnya menjadi lantai pertahanan bulls kini telah berubah menjadi resisten kuat.
- Target Penurunan: Dengan jebolnya level 96.50, DXY kini tidak memiliki support struktural yang kuat hingga area 95.85 atau bahkan 95.40 (mengacu pada level terendah historis jangka menengah).
Timeframe 4H

- Tren Satu Arah: Pada chart H4, terlihat serangkaian lower lows dan lower highs yang konsisten. Tidak ada tanda-tanda divergensi bullish atau pembalikan arah saat ini.
- Oversold namun Berbahaya: Indikator momentum (RSI/Stochastic) kemungkinan besar sudah berada di wilayah jenuh jual (oversold). Namun, dalam kondisi tren fundamental yang kuat seperti ini, kondisi oversold seringkali diabaikan oleh pasar, dan harga bisa terus jatuh lebih dalam (“dumping”).
Apa yang Harus Diperhatikan Trader Selanjutnya?
Bagi para trader forex, kondisi ini membuka peluang sekaligus risiko besar.
- Pantau Pasangan Utama (Major Pairs): Kejatuhan DXY berarti lonjakan bagi rival utamanya.
- EUR/USD: Berpotensi reli menembus resisten psikologis terdekat.
- XAU/USD (Emas): Dolar yang lemah dan ketidakpastian geopolitik biasanya menjadi bahan bakar roket bagi harga emas. Emas kemungkinan besar akan menguji rekor tertinggi baru jika DXY gagal rebound ke atas 96.50.
- Rilis FOMC Nanti Malam: Jika The Fed memberikan pernyataan yang sedikit saja bernada hawkish (mendukung suku bunga tinggi), kita mungkin melihat short squeeze (kenaikan tiba-tiba) karena trader yang melakukan short (jual) akan buru-buru menutup posisi mereka.
- Level Kunci DXY:
- Resisten (Atap): 96.50 (S/R Flip) dan 97.10.
- Support (Lantai): 95.80 dan 95.39.
Kesimpulan
Kondisi USD hari ini, 28 Januari 2026, berada dalam fase kritis. Kombinasi “restu” Presiden Trump untuk dolar lemah dan spekulasi pelonggaran moneter The Fed telah menciptakan badai sempurna bagi Greenback.
Rekomendasi: Hindari menangkap pisau jatuh (catching a falling knife) dengan membeli USD tanpa konfirmasi pembalikan arah yang jelas. Fokus pada penjualan USD saat terjadi koreksi naik (sell on rally) selama harga masih bertahan di bawah level 96.50.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan nasihat keuangan. Perdagangan forex mengandung risiko tinggi. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum mengambil keputusan investasi.







