Pasangan AUDUSD dalam perdagangan hari ini mengalami penurunan sampai posisi paling rendah di 0.7165 memasuki sesi Asia. Hal itu terjadi laporan mengenai penutupan import batu bara dari Australia di China.
Masih terdapat beberapa keraguan jika kejadian ini sebagai bagian dari balasan pemerintahan China pada sikap diplomatik Australia lebih berpihak ke Amerika Serikat.
Mengakibatkan, dolar Australia roboh pada sejumlah mata uang mayor lainnya, termasuk juga menghantam pasangan AUDNZD.
Sesuai keterangan dari Bloomberg memberikan laporan jika pembangkit listrik serta pabrik besi baja China sudah terima perintah untuk selekasnya berhenti menggunakan batu bara import dari Australia.
Laporan yang serupa pihak china melarang bongkar muat beberapa kapal pembawa batu bara dari Australia.
Dolar tertekan memasuki perdagangan pukul 00.00 GMT saat China memberikan kebijakan pemberhentian pembelian batu bara Australia.
Tidak ada verifikasi resmi, tapi laporan menjelaskan pemerintahan China memberitahukan jika pelabuhannya untuk tidak lagi mengijinkan bongkar muat batu bara Australia serta memberlakukan kebijakan baru untuk pembangkit listrik serta pabrik baja untuk berhenti memakai bahan bakar dari Australia.
Hal ini terjadi setelah ada kontrak dalam waktu yang panjang telah diaktifkan aktifkan, tegas Marshall Glitter. Batu bara adalah komoditi export paling besar ke-2 Australia, sebagai sumber penghasilan export paling besar ke-2 setelah hasil dari bijih besi.
Batu bara berperan mencapai 14% untuk export Australia, sedang China adalah tujuan export palng utama. Penutupan export batu bara dari China membuat pengurangan penghasilan luar negeri, hingga membawa resiko besar untuk kurs dolar Australia.
China adalah tujuan export penting untuk sejumlah komoditi lain di Australia. Jika hubungan dua negara ltersebut lebih buruk serta semakin bertambah meluas penutupan komoditi lain, Dolar Australia bisa hadapi tekanan besar.
Indikator semkain meningkatnya kemelut antara dua negara dan sejumlah momentum yang lain kemungkinan masih akan terjadi. Australia sebagai salah satu negara mayor dengan jumlah export ke China yang besar.
Dengan menimbang wawasan RBA mengenai suku bunga negatif serta penilaian terkait resiko kebijakan moneter terhadap kurs dollar Australia.






