Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Dolar Australia Meroket Didukung RBA

Dolar Australia Meroket Didukung RBA

656
0

Perdagangan hari ini membawa dolar terus bergerak naik setelah RBA mengambil keputusan tidak akan merubah terkait aturan moneternya dalam bulan ini. Meskipun melihat dari situasi AUD/USD yang akan diprediksikan terus melaju ke reversal jangka pendek.

 

Hingga waktu berita ini dirilis pada pukul 14:00 WIB, untuk dua pasang mata uang AUD/USD berhasil bergerak naik menuju 0.7691, kondisi stabil tersebut disuport dari data kebijakan moneter dari RBA.

 

RBA memang mengharapkan situasi seperti ini yang akan menjaga suku bunganya pada angka 1. 50 % dan angka tersebut menjadi catatan sejarah yang paling alam selama sejarah perdagangan di Australia. laporan terakhir dari RBA yang memutuskan untuk mengurangi dari tingkat suku bunga sebesar 0.25 % dalam bulan Agustus 2016.

 

Kondisi tersebut membuat suku bunga menyentuh 1. 50 % kondisi tersebut menjadi bertahan hingga waktu yang lama sebanyak 18 kali metting secara berturut-turut bersama dengan sejumlah Bank yang mencoba tida mematuhi aturan yang baru.

 

Sesuai yang diungapan dalam rapatnya, piha dari RBA yang tida lagi membahas sejumlah pertumbuhan yang terjadi GDP Australia yang berhasil nai sebanyakk 3% dan itu berhasil dicapai selama setahun terkahir. Pihak RBA sudah menyatakan jika perubahan aturan tersebut tidak akan dirubah lagi  karena peraturan tersebut sudah sesuai dengan target dari CPI serta sudah sesuai dengan jalur dari perkembangan ekonomi saat ini.

 

Bahkan dari Gubernur RBA memberikan suport dengan mengumumkan kembali dari penyataan pada saat  inflasi nanti pasti akan menurun untuk beberapa wwaktu yang akan datang. Dilanjutkan dengan siruasi dari Bank Sentral yang akanrilis Forecast dalam tahun ini danitu tentunya membutuhkan percepatan dalam perkembangan ekonomo dalam jangka pendek.

 

Menanggai komentar dari RBA terkait konflik perang dagang semakin hari kian tambah panas, memunculkan perbedaan pendapat terkait AS vs China yang hingga saat ini masih terus menggecarkan berbagai strategi dagangnya karena pihak As mencoba untuk membuat kebijakan memberikan pressing ke pasar kredit. Kondisi tersebut bisa berdampak pada dolar Australia yang nantinya akan menurun dipengaruhi GDP untuk jangka panjang.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses